muslim doctor’s site

November 11, 2008

pilih dokter holland or pribumi aja?

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 5:21 am

udah lama ga nge pos di WP…
mau tau kenapa???!!!
(sok_ngartis.com)

jadi begini…ehm..
sudah sejak  sebulankemarin saya mengikuti program akhir sebagai co-ass.. yaitu..(jreng..jreng..) :

program KOMPRE,
yang asal muasalnya dari kata komprehensif..

tanya: maksudnya bu dok?
jawab: ya, biar para co-ass yang tadinya terbiasa berpikir terkotak-kotak biar bisa mikir polkadot.. eh maksudnya biar bisa berpikir komprehensif..menyeluruh…gituuuh
tanya: emang kenapa coass mikirnya kotak2? krn makan nasi kotak?
jawab: wah, nasi kotak sih mahal..para coass ga sanggup beli.. lho kok jd ngawur? kamu sih nanya nya kemanah-manah…
tanya: ye…siapa suruh situ terpengaruh..
jawab: NAH ITU DIA! sbg coass kita tuh kalo mikir suka terpengaruh suasana. kalo lagi coass di bagian bedah..ketika ada pasien datang yg dipikirin pasti cuma kasus bedah..penyakit2nya bedah… kalo pindah ke stase lain seringnya ilmu2 di stase sebelumnya sudah terlupakan..
tanya: trus hubungannya ama kompre dok?
jawab: kompre itu melatih para coass untuk jadi THE REAL DOCTOR. kita lgsg menghadapi pasien di UGD dan puskesmas…kita harus terbiasa berpikir global…semua penyakit..ga terkotak2 …menganamnesis (~wawancara pasien), pemeriksaan fisik, diagnosis dan terapi. kita harus bisa melakukannya untuk semua jenis penyakit., ga cuma bedah, ga cuma pny.dalam…
tanya: oo gitu…
jawab: bentuul kayak motto radio THINK GLOBALLY ACT LOCALLY
tanya: makasi ya dok penjelasannya..
jawab: iya, sama2 dek tanya

nahhh, di RSUD kartini, JEPARA. kebetulan ada tamu jauh yaitu mahasiswa kedokteran dari negeri belanda (begitu mereka menyebut diri mereka di dpn pasien). para co-ass Belanda ini mau belajar  dari kita2 ini gitu deh..hehe

ngga sih, kita  saling belajar ttg banyak hal. banyak penyakit yang  ga ada di holland sana. DHF, Malaria, disentri, dkk udah kadaluarsa di negeri Ny.menir ini..jadi mereka kudu ke indo buat belajar lebih banyak ttg penyakit infeksi tropik… begitu juga para coass indonesia tercinta ini yang kudu belajar banyak tentang ilmu2 baru kedokteran yang belum sempet diimport ke indonesia



2 dari 4 mhsw holland ini bareng kita di RSUD kartini, jepara. kita dibagi dalam 4 kelompok dan aku sekelompok cuma berdua aja ama salah satu dari mereka  . namanya Lucie (foto: plg kanan). jadi serasa lagi kursus english and dutch ama native teacher..hehe
lumayan : FOR FREE bo!
serasa jadi translator (transalator yg payah sepertinya…)..apalagi kalo pasiennya ngomong BOSO JOWO… wadduh, mateng deh gue..

tapi gapapa lah,
namanya juga belajar
namanya juga pengalaman hidup….

betewe, kalo kalian mau pilih, pilih mana:
dokter* indonesia atau dokter* dari holland?
(*co-ass tepatnya, belum jd dokter, hehe)

July 25, 2008

mimpi buruk

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 7:29 am

    00.00 WIB
    badan ini letih sekali, saatnya untuk melepas lelah, putusku.
    perlahan kuambil posisi bersiap tidur di kasur yang seakan memanggil-manggil sedari tadi, menggoda.

    kriing..kriing…
    hhffhh…panggilan malam? pikirku datar. belum sempat berbaring, apalagi tidur.
    jaga bayangan, kesini ya, pengawasan PBRT, 30 menit”. kalimat terpotong, singkat, padat, jelas, tanpa kompromi, dan ..
    menjengkelkan!!!
    itu artinya dalam waktu 30 menit aku harus ke RS sebagai petugas jaga “serep” di malam itu.
    sebel. kenapa sekarang? malam-malam buta saat semua orang punya hak asasi manusia bernama tidur. kenapa tidak tadi saja ketika mataku belum mengantuk? kenapa tidak nanti saja ketika ayam sudah membangunkan matahari?
    sungguh menjengkelkan!!!
    setan terus membisiki.

    hey, diamlah!!!! tak ada jawaban untuk kenapa-mu, tak ada alasan untuk jengkel-mu, hatiku mencoba memberontak.
    sehat, sakit, sekarat, koma, dan akhirnya mati. itu adalah hak-Nya, dan aku hanya berada dalam lingkaran itu, berjuang di dalamnya, apa yang aku bisa, sekuat yang aku mampu dan sesuai yang seharusnya aku lakukan.
    dan setan pun enyahlah….
    aku pun menuju panggilan malamku, tanpa beban. Insya Allah, harapku getir

    malam yang gelap, dan memang selalu gelap. bulan terpotong setengah seakan menggantung begitu saja di langit. pasrah. Mencoba terangi bumi dengan sinar yang ia pantulkan. pantulan sinar yang indah, hanya memantulkan. Walau tak dapat terangi bumi seperti matahari.
    Tapi sungguh indah.
    malam yang gelap pun menjadi indah karena pantulan sinar bulan.
    seperti gelap, seperti itu pula mati. hal pasti yang tak pernah berubah.
    bulan dan usaha, bulan dan ikhtiar. hanya mencoba berikan setitik benderang dalam gelap. menjadi indah, sangat indah….

    dan aku pun tetap menuju panggilan malam, seperti bulan yang tetap terangi malam.
    berusaha menahan kelopak mata yang memberontak.
    aku bagai terbang. seperti melayang. seperti mimpi.
    dalam hati, aku berharap: ini hanya mimpi

    lorong-lorong putih menatapku sendu. tiang-tiang menyapa dan berlalu, tersenyum lalu membisu.
    aku masih terbang, melayang melewati lorong.
    aku tetap berharap, ini mimpi.

pengawasan, kadang apneu, tak bernafas, prematur, beri rangsangan”
perintah di malamku
satu kali…dua kali…tiga kali…. bernafas. lalu berhenti
beri rangsangan, pelan-pelan nafasnya muncul kembali.
satu kali…dua kali…tiga kali…nafas kecilnya berlomba dengan detik jam di dinding.

dan,
panggilan malamku mengajarkan. tentang arti penting sebuah tarikan nafas yang mungkin sudah bermilyar kali kudapat si sepanjang umurku.

duhai mungil, apa arti hidup bagimu?
mempertahankan nafas satu-satumu? atau
menunjukkan padaku tentang makna dalam setiap tarikan nafasmu?
oh, hanya Allah yang tahu.

kuharap engkau tak pernah menganggap ini mimpi burukmu
seperti aku yang masih berharap:
malam ini hanya mimpi…

http://drhandri.files.wordpress.com/2007/08/premature-baby.jpg

labiognatopalatoschiziz komplit. tetangga box si mungil diberi nama. sumbing derajat paling parah. bibir, gusi, dan langit-langit mulut tidak menyatu mencapai hidung.
ah, apa kabarmu sayang?
ia mencoba tersenyum. tapi hanya seringai yang tampak. sayang, aku tahu kau tersenyum. tetap tersenyum walau hidupmu pilu. kau hanya dapat tersenyum, belum dapat bertanya pada dunia. mana ayahmu, mana ibumu. mana kasih sayang itu?
tak ada yang ‘kan dapat menjawab tanya mu sayang.
begitu juga aku.

tapi mungkin senyum seringai mu yang dapat menjawab semua
senyum yang jadikan ayah-ibumu pergi? begitu saja meninggalkanmu.
senyummu yang jadikan mereka tak dapat memahami, mengapa engkau lahir dari darah mereka. rahim ibumu. mani ayahmu.

senyummu, mimpi buruk bagi mereka
semoga kau tidak, tetaplah tersenyum hadapi dunia.
dan senyum-Nya lah yang ‘kan kau dapat nanti

di ujung ruangan, tetangga mungil yang lain mewarnai malamku
hidrocephalus, atresia ani, omphalocele….begitu mereka diberi nama.
seakan melabeli hidupnya. bahwa hidup adalah mimpi buruk.
bahwa mimpi buruk itu karena kalian lahir, dan hidup.

di pojok lain, tubuh dingin berbalut kain terbujur kaku.
tanpa nama, tanpa senyum. jikapun diberi nama, mungkin kau berujar haru “bebas dari mimpi buruk” itu namaku.
bahwa kau telah bebas dari hidupmu. hidupmu yang telah menjadi mimpi buruk bagi ayahmu, ibumu. bahkan kepergianmu pun tak menghilangkan mimpi buruk itu. kau pernah hidup, lalu mati.
tak ada yang mengambil tubuh kakumu. untuk sekedar mengantarkan ke peristirahatan sementara, menuju kampung halaman semua manusia. akhirat.

mimpi buruk
nama yang diberikan para orangtua tak bertanggungjawab kepada anak-anaknya.
padahal merekalah mimpi buruk bagi bayi-bayi tak berdosa itu. mimpi buruk untuk dilahirkan dari manusia-manusia tanpa cinta.

http://abimuslih.files.wordpress.com/2007/06/bayi-from-god.jpg

04.00 WIB
aku berganti tugas dengan temanku. ia melanjutkan menemani mungil. merangsang mungil berkali-kali agar tetap bernafas. walau hanya bernafas satu-satu.
1x..2x..3x… lalu berhenti. dirangsang, dan bernafas lagi. berlomba dengan waktu yang tersisa. tak ada yang tahu sebarapa banyak waktu yang tersisa itu.
di tempat “tak ada yang tahu” itulah kami berupaya. sampai titik akhir yang Kau tentukan.

aku pun pulang, diiringi sayup adzan muadzin masjid Asy-Syifa
mataku letih berjuang dalam perih, begitupun hatiku
mencoba memahami sebuah mimpi buruk bernama kenyataan hidup

tiang-tiang di lorong kembali menyapa
melambai pilu
mengantar diriku yang letih dan masih berharap: Ini hanya mimpi!!!!

http://cangkurileung.blogs.ie/images/thumb-sleep%20%20small.jpg

lupa nafas

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 7:26 am

“dek, tidur boleh tapi jangan lupa nafas”

bisik kami pada si kecil penghuni inkubator di sudut ruang PBRT (perawatan bayi resiko tinggi)
ia benar-benar seperti lupa. tidur begitu saja, tanpa dosa, tanpa beban, dan…
tanpa nafas!
diberi rangsang, tepuk-tepuk kaki kecilnya yang memerah karena entah berapa puluh-ratus kali kami menepuknya. ia pun bernafas satu-satu
begitu berulang kali. berhenti-tepuk-nafas, berhenti-tepuk-nafas.
entah sampai kapan

lalu, entah sampai kapan pula manusia beraktifitas di dunia. menjani kehidupan. begitu sibuknya. kewajiban berlomba dengan waktu. seakan tidak memberikan celah untuk berpikir tentang hal lain. banyak hal kadang terlupa. lupa ini, lupa itu.
cukup merepotkan, melelahkan dan kadang mengesalkan.
namun, alhamdulillah,
tak pernah lupa nafas!!

aktifitas menuntut manusia untuk fokus. fokus pada amanah, pada pekerjaan. seringkali akhirnya tak bisa fokus karena terlalu banyak yang dipikirkan.
sedih? jelas.
bingung? pasti!
tapi tak ada yang bisa disalahkan.
seperti hidup, seperti tubuh.
banyak hal yang harus dilakukan tubuh. metabolisme, homeostasis, endokrin…terus bekerja tanpa lelah. banyak hal, namun tidak menghilangkan kefokusan pada satu hal penting: jantung memompa darah!!
hal yang mungkin sering kita abaikan. anugerah yang sering tak kita sadari.
tanpa kita minta. jantung tetap fokus.
memompa sumber energi untuk setiap sel tubuh ini. menjaga kelangsungan hidup manusia.
dan kita masih bisa hidup.
sekarang, saat ini, saat membaca tulisan ini.

aktifitas juga tak jarang memancing kecewa.
kecewa pada diri sendiri,
pada orang lain,
pada keadaan.
satu hal tidak sesuai keinginan hati, bikin drop, bikin stress. bikin semua hal jadi amburadul. pertahanan diri jebol. kecewa.hatipun hancur
tubuh pun begitu. ada kalanya satu hal menghancurkan pertahanan tubuh:kuman TBC, virus HIV, flu burung…
tapi tubuh punya pertahanan, imunitas yang mencengangkan.
virus datang, imunitas melawan, semua bagian tubuh memberi kompensasi, agar tubuh tidak drop. tidak jebol.
bila satu bagian terganggu fungsinya, bagian tubuh lain tak pernah enggan untuk “menolong” dan mengkompensasi kekurangan “teman bagian tubuh lain” itu. mengkompensasi dengan dirinya sendiri.
tak pernah kecewa lalu berbalik karena tak ingin membantu. kecewa pada diri sendiri lalu drop, stress. kecewa pada keadaan,tak memiliki imunitas,
lalu kalah.
tapi tubuh tak pernah begitu

lupa nikmat
itulah virus yang menghinggapi manusia, sejak dulu, saat ini dan esok.
padahal tubuh tak pernah lupa.
tak pernah lupa untuk mengingatkan kita, tentang nikmat yang begitu banyak.
bernafas,
jantung yang berdetak,
otak yang masih dapat berpikir,
homeostasis, metabolisme, imunitas, hormonal, kardiovaskuler..
ah, begitu banyak.
begitu banyak dzikir di tubuh kita. namun tak pernah kita sadari
seperti tubuh yang kehilangan keseimbangannya untuk mempertahankan hidup,
maka tubuh akan berhenti,
lalu mati
seperti jiwa yang tak dapat seimbang, maka jiwa akan kosong
lalu mati

lupa nafas, tubuh akan mati
lupa nikmat, jiwa yang akan mati

http://www.guthrie.org/AboutGuthrie/Education/allied/Respiratory/baby.jpg

aku, kesendirianku, dan bekalku

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 7:00 am

kita selalu bersama kan? selama ini kita selalu berjuang bersama

yang kita selalu bersama. berjuang dalam kesulitan, saling menguatkan dalam kesedihan, dan saling berbahagia dalam kasih sayang

jika sesuatu terjadi, kita maju bersama kan? tanggung jawab bersama?

ya, karena itulah artinya ukhuwah dan berjamaah

aku bahagia, aku tenang, kita berjuang bersama, saling membantu dan menanggung risiko pun bersama

ya, itulah nikmat terbesar dalam ikatan persaudaraan ini ukhtiy…

tapi aku takut. tak selamanya kita bersama. bukankah nanti kita di adzab masing-masing?
masing-masing dengan dosa-dosa kita, dengan bekal kita. tidak ada lagi bersama-sama dalam pertanggungjawaban. aku takut..kita selalu bersama, aku selalu bersama kalian. dapatkah aku nanti bila bersendirian? gelap di alam kubur, malaikat datang dan bertanya:
Ma Rabbuka?
aku takut tak bisa menjawabnya. aku ingin tetap bersama…tapi tak bisa, aku takut….

kali ini aku tak bisa menjawab tanyamu dengan “ya” seperti sebelumnya.
aku terdiam, membenarkan tanyamu. matamu basah, begitupun hatiku.
oh Allah….
engkau benar sahabatku
kita akan bersendirian
hanya berteman bekal dari amalan, yang mungkin tak seberapa, sangat tak seberapa

kita akan bersendirian, tanpa teman, hanya berbekal amalan….

ya, jawabku lirih. hampir tak terdengar, menekuri lantai yang terlihat semakin kabur oleh airmata.

kita akan sibuk dengan diri, dengan kesendirian dan bekal kita…
apakah nanti kita dapat saling mengenal? saling membantu seperti saat ini?
aku kesulitan kau membantu, aku terpuruk kalian menarikku.

aku semakin tak dapat menjawab tanyamu

kitapun saling terdiam, membisu…
gemerisik daun di teras rumahmu malam itu
mengiringi kesunyian dengan senandungnya
seakan membawa ke alam sepi,
nanti
di alam kubur,
dan di hari penghisaban

kita akan bersendirian..
aku,
kamu,
tanpa teman

hanya aku, kesendirianku, dan bekalku.

http://www.flyweb.nl/images/alone_full.gif


ukhtiy…setelah kesendirian itu..semoga Allah kembali menyatukan kita dalam tempatNya terindah

bulan pun tersenyum kembali
mengiringi tatapan mata dua insan yang kembali bersinar
indah…
bagai bintang di atas sana, seakan ikut mengamini doa kita..

“semoga Allah kembali menyatukan kita, dalam tempatNya yang terindah….”

shift to the right

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 6:58 am
“Jika engkau tidak menyibukkan diri dengan kebenaran, maka dirimu akan disibukkan dengan kebathilan” (Imam Syafii)

ini  yang mennjadi poin penting seseorang dalam menjalani hidupnya. Setiap manusia diperintahkan untuk berkarya dalam kebaikan. Itulah hakikat perintah untuk ber“fastabiqul khairat” kita tak pernah tahu kapan perlombaan hidup ini berakhir khan? kapan  kematian itu datang menjemput kita? apakah ia datang sebelum kita sampai di garis finish cita-cita kita? apakah bahkan ia datang sebelum kita sempat berlari? Wuih, jangan sampe deh ya…

Sekiranya Allah menghendaki, nisacaya kamu dijadikannya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah lah tempat kembali kamu sekalian (QS.Al-Maidah:48)

Analogi menarik dalam sel darah putih manusia adalah tentang istilah “shift to the left” dan ”shif to the right”. Leukosit jenis apa yang mendominasi akan menunjukkan pegeserannya ke arah tertentu. Begitu pula dengan aktifitas dalam kehidupan kita. Ketika kita tidak mengisinya dengan aktifitas-aktifitas yang baik, mau tidak mau, sadar tidak sadar, hidup kita akan terisi oleh aktifitas yang berlawanan dengan kebaikan. Apakah itu aktifitas yang sia-sia ataupun aktifitas yang membawa kemudharatan? Semua kembali lagi kepada imunitas jiwa mu, leukosit hatimu..!!

Maka, kuraslah semua potensi yang ada pada diri kita untuk kebenaran. Karena jika potensi ini digunakan untuk kebaikan, maka kebatilan tidak akan mendapatkan kesempatan untuk menggunakan potensi itu. Karena dua hal yang bertentangan tidak akan dapat berkumpul dalam satu tempat. Perasaan yang saling bertentangan tak akan dapat mewarnai satu kalbu. Salah satu perasaan pasti mengusir yang lainnya.

So, hidup adalah pilihan! Jika kita tak ingin hidup sia-sia maka isilah hidupmu dengan aktifitas kebaikan. Itu akan membuat hidupmu lebih hidup!!! Percaya deh !!

My life plan(e)

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 6:55 am
Orang yang pintar itu adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi hidup setelah kematian. (Rasulullah SAW)

Persiapan diri ini adalah sebuah “rencana kehidupan”. Lalu apa rencana kehidupanmu? Mau jadi dokter seperti apa? tak sulit untuk bermimpi dan berimajinasi, yang sulit adalah membuat korelasi antara misi dan kompetensi, antara keinginan dan kemampuan.

Bagaikan sebuah pesawat yang pasti mempunyai tujuan dalam perjalanannya, begitu pula hidup ini. Tidak ada pesawat yang terbang tanpa tujuan karena hanya akan menghabiskan bahan bakar dan mubazir tenaga. Hanya akan buang-buang uang dan dianggap turut bersumbangsih terhadap global warming. Sayang banget khan? Begitu pula hidup kita, kita telah ada dalam perjalanan hidup!!! Bahkan kita telah berada dalam pesawat hidup kita! Tapi apakah kita telah mengetahui bagaimana rencana perjalanan pesawat yang tengah kita naiki ini? Lewat mana rute perjalanan? Dan hendak kemanakah kita?

Antara plan (rencana) dan plane (pesawat) pasti menuju pada satu destination (tujuan). Plan dibuat dengan mengoptimalisasi fasilitas (plane) yang telah diberikan. Dalam Plan hidup kita, rute pun harus ditentukan. Bagaimana cara mencapai tujuan? Rute perjalanan bagaimana yang akan kita pilih?

Jika Allah tujuan kita, maka way of life yang dipilih pun haruslah berorientasi pada Allah. Dan Islam adalah satu-satunya way of life yang telah diberikanNya kepada kita.

QS. An-Nahl:9. Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar).


Lalu, jenis pesawat yang akan digunakan itu tidak masalah mau pake pesawat tempur, airbus, atau apapun itu. Tiap orang mungkin mempunyai cara yang berbeda, dengan mengoptimalkan modal atau potensi yang ia miliki. Tiap manusia Allah berikan potensi yang berbeda. Misalkan kamu sebagai calon dokter, sesungguhnya profesi dokter adalah salah satu pesawat canggih yang telah Allah berikan untuk kita. Banyak sekali potensi dalam pesawat ini yang bisa kamu gunakan untuk mencapai tujuan. Dalam bukunya “Selagi Masih Muda”, DR.Aidh Al-Qarni mengatakan bahwa tidak mesti setiap pemuda menjadi khatib, penyair atau tabib. Sebab berbagai bidang tebentang di hadapan kita dan itu berarti banyak jalan untuk berbuat kebaikan.

“Sungguh tiap-tiap suku mengetahui tempat minumnya (masing-masing) (QS.Al-Baqarah:60)

Buat para calon dokter, ada sebuah motivasi nesar yang disebutkan oleh Imam Syafi’i. Ia mengatakan:

“Setelah ilmu pengetahuan dapat membedakan yang halal dengan yang haram, saya tahu tidak ada ilmu yang lebih mulia daripada ilmu kedokteran”.


Nah, jika kamu telah menyadari betapa mulianya profesi ini, itu sama artinya bahwa kamu telah menyadari betapa Allah telah memberikan nikmat sekaligus modal hidup yang besar bagimu: sebuah pesawat canggih! Tancapkan kuat-kuat motivasi ini dalam pikiranmu, dalam hatimu. Karena ia akan tumbuh dengan terus dialiri oleh air ketekunan dan dipupuk oleh semangat kesungguhan. Dan batang dan ranting yang menjulang adalah keistiqomahanmu untuk menjadikannya sebagai pohon cita-cita yang kokoh.


“Pikiran itu seperti tanah, dan bibit yang ditanam adalah motivasi. Pohon yang tumbuh dari bibit motivasi adalah perilaku seseorang dalam mencapai tujuan hidupnya”

Bermimpilah mulai saat ini! Jangan pernah terjangkiti penyakit yang sering mewabah di kalangan anak muda zaman ini. Penyakit kronik progresif yang angka kekambuhannya sangat tinggi: MENUNDA!!. Karena Yang bisa membunuh kita salah satunya adalah perbuatan menunda-nunda. Orang bijak berkata ” barangsiapa yang menanam benih “nanti” akan tumbuh sebuah tanaman yang bernama “mudah-mudahan”, yang memiliki buah bernama “seandainya”, yang rasanya adalah “kegagalan dan penyesalan”.

“Hendaklah engkau menunaikan dengan baik hak dirimu dan orang lain secara sempurna tanpa kurang sedikitpun dan tanpa mengulur-ngulur waktu dan menundanya” (Hasan Al-Banna)

Sekarang, tinggal kamunya saja, akan menggunakan pesawat canggih ini untuk apa? mencapai tujuan apa? dan melewati rute yang bagaimana?

Itu pilihanmu

Dan kamu pula yang akan mempertanggungjawabkannya nanti…

Di tempat semua manusia akan dikumpulkan

Di yaumul akhir…

“Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya” (QS. Al-Qiyamah: 14-15)

May 19, 2008

Doctor: Be a Risk Taker!

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 10:20 am

The complicated science

Dalam bukunya “At A Glance Medicine” Patrick Davey menuliskan hal yang menarik tentang ilmu kedokteran. Ia menyebutkan bahwa Kedokteran merupakan sebuah bidang yang hebat dan mengasyikkan. Keasyikan ini disebabkan oleh keriangan intelektual yang murni dan tidak dibuat-buat dalam memahami sebuah ilmu dan aplikasinya pada manusia. Memang benar, karena iIlmu ini terus berkembang secara menakjubkan. Semakin banyak pengetahuan yang didapat maka semakin haus pula para peneliti tentang keilmuan ini. “Sebuah komunitas intelektual yang hiruk pikuk” begitu ia menyebutkan. Dan sebagai mahasiswa kedokteran, seseorang harus siap untuk terjun kedalamnya.

Welcome to the jungle” kata seorang dokter pada adik kelas sekaligus teman sejawatnya yang baru di”sumpah dokter”. Aneh memang, tapi begitulah adanya. Seorang dokter bagaikan seorang petualang dalam pekerjaannya. Ilmu ini bukan hanya sekedar sains, tapi merupakan ilmu yang mendalam mengenai manusia. Seorang dokter bagaikan penyelam yang siap terjun ke dalam samudra luas “ilmu pengetahuan tentang manusia” yang memang ternyata masih banyak hal yang belum terjamah. Bagaikan seorang pilot yang siap mengambil resiko apapun dalam mengendarai pesawatnya sekaligus bagaikan tentara perang yang siap bertempur. Tentu saja resiko tersebut diambil dengan dasar ilmu dan pertimbangan yang matang. Dr.Atul Gawande dalam bukunya “KOMPLIKASI” yang fenomenal mengatakan:

“Pada akhirnya, kedokteran dalam praktik sehari-harinyalah yang paling menarik buatku — apa yang terjadi ketika kesederhanaan ilmu harus berhadapan dengan rumitnya kehidupan seseorang. Walaupun berkembang sejalan dengan kehidupan modern,tetap saja banyak yang tersembunyi dan sering disalahartikan dalam dunia kedokteran. Kita memandangnya lebih sempurna daripada kenyataannya dan sekaligus melihatnya tidak sehebat yang diharapkan.

Memang, semakin manusia menyelami lautan ilmu yang begitu luasnya maka ia akan menyadari bahwa ilmu yang ia ketahui hanyalah setitik saja. Begitu juga dengan ilmu kedokteran yang selama ini dipandang sebagai ilmu logis yang terus berkembang sesuai kemajuan zaman.

Hal yang kemudian tak kalah menarik adalah, dibalik semua keruwetan yang ada dalam “rimba ilmu” ini, terdapat banyak kemudahan untuk mempelajarinya, baik dalam hal sistematisnya ilmu kedokteran dan kesenangan dalam menjalaninya.

Seorang ulama besar, Ibnul Qayyim mengatakan:

“sebesar kengerian dan kesulitan dalam mencapai sesuatu, sebesar itulah kesenangan dan kelezatan yang dirasakan”.

Bagaikan seorang petualang, seorang dokter dituntutut untuk dapat menemukan, menganalisis dan mencari solusi dari setiap penyakit yang ia hadapi. Hal ini menjadikan ilmu ini begitu mengasyikkan dan menyenangkan karena banyak hal-hal menarik sekaligus menantang bagi sang petualang. Bahkan keilmuan ini bagaikan menembus batas psikologis manusia dengan mempelajari penderitaan yang dihadapi seorang manusia dan mencoba untuk mengurangi beban penderitaannya. Seharusnya hal ini dapat menimbulkan perasaan yang lebih peka dan mendalam mengenai manusia yang pada akhirnya, disadari atau tidak, akan memberi dampak bagi para pelakunya: para dokter. Segala macam penderitaan yang pernah disaksikan membentuk seorang dokter menjadi lebih baik, lebih bijaksana, lebih penyayang, dan toleran (harusnya begitu, walaupun dalam pelaksanaannya…who knows?)

Medical science is a art

Seorang dokter harus dapat menggunakan ilmu yang dimiliki untuk menganalisa suatu permasalahan berdasar fakta yang ditemukan menjadi sebuah rumusan diagnosis, kemudian mengubahnya menjadi rencana terapi dan mengkomunikasikannya secara efektif dan akurat kepada pasien dan keluarga pasien. Mengobati pasien yang satu dengan lainnya tidak selalu sama. Ada banyak faktor yang berpengaruh secara simultan disana. Setiap informasi yang didapat (knowledge) harus diolah dan dianalisa menghasilkan suatu keputusan dalam diagnosis maupun treatment. Ilmu “mengolah dan menganalisa” inilah yang disebut-sebut sebagai seni dalam ilmu kedokteran. Bagaikan seorang pemusik yang memadupadankan nada-nada untuk dijadikan senandung indah. Bagaikan seorang pujangga yang melahirkan sajak indah, seorang dokter juga harus dapat mendeskripsikan suatu penyakit. Baik mendeskripsikan menjadi suatu bentuk kesimpulan diagnosis dan tretment maupun mendeskripsikan secara sederhana segala masalah medis kepada pasien.

Tidak ada buku yang dapat mengajarkan hal ini seluruhnya! Percaya atau tidak, banyak sekali para dokter, atau paling dekat, teman-teman mahasiswa kedokteran yang ternyata memiliki daya seni yang tinggi. Bahkan mereka mengakui seiring dengan mempelajari ilmu kedokteran maka kemampuan art nya pun bertambah. Karena memang, dalam mengolah keilmuan ini ada sinergi yang cukup hebat antara otak kanan dan otak kiri. Dan sebagaimana seorang pemusik dan penyair, akan bertambah ketrampilannya seiring pengalaman yang dimiliki. Feelingnya akan terasah seiring waktu yang dilalui. Karena itu, pembelajaran lewat magang (baca: ko-ass) memegang peranan penting. Learning by doing adalah prinsip utama yang ditekankan. Dengan melihat bagaimana para dokter senior melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, menegakkan diagnosis serta akhirnya memutuskan terapi pada pasien akan mengasah kepekaan seorang (calon) dokter dalam pembelajarannya. Namun, kesemua pembelajaran itu tidaklah mudah, dibutuhkan waktu, kesabaran serta ketekunan untuk menguasainya. Ini bukanlah masalah bagaimana dapat dihapalkan dilluar kepala, tapi bagaimana seorang dokter dapat melakukan dan mempraktekkannya.

Sebagai “kesimpulan akhir” dokter dituntut untuk bisa menyampaikan suatu proses di dalam tubuh yang begitu rumit menjadi suatu bahasa yang bisa dimengerti pasien ataupun keluarga pasien. Diagnosis yang telah dianalisa menjadi suatu rencana terapi tersebut harus dapat disampaikan kepada pasien dan keluarganya. Sulit memang, dengan banyaknya kemungkinan yang dapat terjadi pada suatu penyakit (setiap individu memiliki proses yang berbeda dalam tubuhnya) seorang dokter juga dituntut untuk dapat menjelaskan secara simpel dan jelas mengenai kerumitan penyakit tersebut kepada pasien dan keluarganya.

berbahasalah dengan bahasa kaummu”

Apa yang disebutkan oleh Rasulullah SAW ini juga dikatakan sebagai cara komunikasi efektif di bidang ilmu psikologi. Apalagi yang disebut sebagai edukasi pasien ataupun untuk anamnesis (mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pasien untuk penegakan diagnosis) seorang dokter harus berbahasa dengan bahasa pasien. Sehingga para dokter dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan pasien dan keluarganya. Pasti akan berbeda edukasi yang diberikan baik dalam hal bahasa maupun muatan bagi pasien yang derajat pendidikan rendah dan yang tinggi. Pasien yang SD saja tidak lulus akan sangat puas diberi penjelasan sederhana tanpa harus banyak dijelaskan tentang patogenesis (proses terjadinya penyakit). Tapi untuk pasien-pasien yang pendidikan tinggi pasti baru puas jika sudah dijelaskan lengkap dan detail.

Saat ini masyarakat Indonesia sudah semakin berpendidikan dan sebagian ada yang trauma dengan banyaknya kasus malpraktek. Sehingga tuntutan seorang dokter dalam hal seni berkomunikasi semakin meningkat. Segala hal yang berhubungan dengan diagnosis dan pengobatan harus dapat dijelaskan dengan lugas. Segala resiko dan komplikasi yang dapat terjadi juga harus dijelaskan terlebih dahulu. Hal inilah yang membutuhkan komunikasi timbal balik yang baik antara dokter dan pasien. Kepercayaan dan kejujuran adalah hal dominan yang dibutuhkan keduanya. Dengan kepercayaan, kejujuran akan tercipta. Sulit ketika sang pasien tidak jujur dengan riwayat penyakit yang dideritanya karena seorang dokter diharuskan membuat keputusan diagnosis dengan informasi yang terbatas. Begitu juga pasien akan sulit menerima kenyataan bila sang dokter hanya memberikan informasi minimal tentang penyakit yang dideritanya. Kata-kata yang tepat seorang dokter kepada pasiennya adalah:

Please help me to help you

Untuk menolong dirinya sendiri, pasien harus dapat menolong dokter untuk memudahkan sang dokter membuat diagnosis dan rencana pengobatan. Bagi para pasien atau keluarganya, jika ada hal-hal yang tidak jelas jangan malu-malu untuk bertanya kepada dokter! Jangan takut merasa pertanyaan-pertanyaan itu dianggap bodoh oleh dokter! Kadang-kadang justru pertanyaan-pertanyaan yang terlihat bodohlah yang sulit untuk dijawab. Prinsip mendasar ialah penjelasan dan edukasi adalah hak pasien sekaligus kewajiban dokter.

Ambillah resiko! Artinya seorang dokter akan memiliki investasi pribadi dalam diagnosis. Ia akan bangga bila diagnosisnya benar, dan perasaan ini akan menjadi motivasi besar dalam dirinya. Bila ia salah, maka artinya ia perlu belajar, dan hal ini lebih penting karena manusia lebih banyak belajar dari kesalahan daripada kemenangan. Nikmati pembelajaran ini dengan hati yang lapang dan sambut dengan keriangan. Maka engkau akan menjadi seorang dokter yang handal!!! (Patrick Davey).

Risk Taking is my life

Doug Sundheim menuliskan hal yang menarik tentang Gift of Risk. Dalam tulisannya ia mengemukakan bahwa manusia merasa sangat bergairah untuk hidup pada waktu mereka mendorong dirinya sendiri keluar dari zona kenyamanan mereka dan berani mengambil resiko. Yang terpenting adalah Gift of Risk ini bukan terletak pada apa yang seseorang raih dengan segala yang mengandung resiko, namun terletak pada bagaimana seseorang menjadi bagian dari proses tersebut.

Risk taking adalah bagian dari persoalan bisnis dan kehidupan manusia. Namun karena konotasi “resiko” itu sendiri sudah terlanjur menjadi hal yang negatif maka tidak banyak manusia yang menyadarinya. Resiko selalu dianggap sebagai keadaan yang berbahaya, penuh ketegangan dan mengakibatkan suatu kehilangan. Tak banyak yang menyadari bahwa resiko juga mengandung suatu peluang untuk mendapatkan keuntungan yang besar atau mendapatkan hasil yang lebih daripada investasi yang ditanam. Jika investasi seorang dokter adalah keberaniannya dalam memutuskan suatu diagnosis dan terapi (tentunya dengan kompetensi yang baik) maka itu berarti profesi dokter adalah profesi yang selalu berhadapan dengan resiko. Hitung saja, berapa diagnosis yang dibuat dalam sehari??

Disadari atau tidak, tindakan risk taking akan meningkatkan kinerja seseorang. Baik dalam hal bisnis maupun kehidupan. Khawatir akan persoalan resiko tidaklah salah, yang salah adalah tidak berbuat apa-apa dalam menghadapi resiko. Maka, untuk menyiasati masalah peresikoan ini kita perlu mengetahui manajemen resiko agar ia dapat menghasilkan outcome yang positif.

Secara umum ada dua jenis resiko, pertama resiko yang sudah terhitung dan terencana dan yang kedua adalah resiko yang benar-benar tidak terhitung atau tidak masuk dalam jangkauan kita. Pastinya pilihan jatuh pada pilihan yang pertama, dimana pilihan yang akan dibuat adalah hal yang telah dipikirkan dengan matang. Tapi jangan sampai keputusan yang diambil menjadi terhambat karena terlalu lama dipikirkan dan akhirnya menjadi gosong karena “terlalu” matang. Yang tersulit adalah dalam melakukan tindakan emergency seorang dokter dituntut untuk dapat mengambil tindakan cepat dan beresiko dengan tujuan “life saving”. Sulit memang karena dua hal yang bertentangan dihadapi sekaligus. Melakukan tindakan beresiko atau menyelamatkan nyawa? Dalam hal ini, telah ada kesepakatan di bidang hukum kedokteran maupun fikih kedokteran bahwa tindakan life saving menjadi prioritas utama. Bahkan, dalam prinsip hukum agama pun memperbolehkan hal-hal yang dilarang dalam keadaan darurat.

Dan untuk memperkecil resiko yang terjadi dalam tindakan ini seorang dokter dituntut untuk menguasai guide lines atau prosedur baku mengenai tindakan emergency.

Problem based learning

Seringkali hikmah terbesar yang didapat pada diri seseorang ketika ia mengambil pilihan beresiko adalah ia dapat mengukur dirinya. Sejauh apa ia dapat mengidentifikasi masalah, sekuat apa daya tahannya terhadap masalah tersebut dan bagaimana ia akhirnya dapat mengatasi masalah tersebut. Kesemua itu adalah proses pembelajaran terbesar pada diri manusia. Seorang dokter pun dilatih menjadi seorang risk taker dengan metode pembelajaran berdasarkan masalah. Dalam langkah ini, seseorang dilatih untuk dapat melihat suatu permasalahan secara integral dan membentuk suatu creative-decision making yang merupakan hasil dari ”thrustation”. Richard Rabkin, seorang psikiater, mengatakan bahwa “thrustation” merupakan gabungan dari dua hal thrusting dan frustation. Dua hal ini menggambarkan ketegangan psikologis pada diri manusia yang akan menimbulkan suatu gerakan aktif untuk mengintegrasikan antara ingatan masa lalu dengan masa sekarang, antara keyakinan dan ketidakyakinan, serta antara hal yang semu dan hal yang nyata. Sinergisitas dan integritas ini akan membuahkan sebuah pengambilan keputusan yang kreatif dan inovatif pada diri manusia. Maka tidak heran apabila ada beberapa dosen senior yang beranggapan para ko-ass perlu dididik dengan “berbagai masalah” agar dapat menjadi dokter yang “tahan banting”. Hmm, yah namanya juga ko-ass…..

Oke deh…welcome to the risk-land..

Cinta yang mengerikan

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 10:15 am

Dong..dong..dong…

Seperti ada gong besar di hadapanku

Besar…

Dan berisik..

Dong..dong..dong…

Seakan mengejek diriku…

hidupku..

Perasaanku…

Dong..dong…dong…

Pusing!

Jenuh!

Lelah!…

Terlalu lelah

Untuk dapat memahami CINTA…

Aku menjadi takut,

Terlalu takut ketika menyadari kekuatan yang dapat dilahirkan dari sebuah rasa yang bernama CINTA.

“semua ini karena aku mencintainya…kumohon mengertilah.” kau berkata begitu

Tapi aku tak bisa, aku tak bisa mengerti mengapa cinta bisa membuatmu terlalu pasrah, sahabat. Terlalu pasrah untuk disakiti. Terlalu pasrah untuk dapat melawan ketidak adilan. Dan terlalu pasrah untuk dikhianati. Dikhianati oleh cinta yang kau agung-agungkan itu.

Lalu apakah itu yang kau sebut cinta?

Aku tak mengerti……….

Sungguh tak dapat mengerti…

“aku hanya ingin membuatnya bahagia” sahabat yang lain berucap sendu

Kebahagiaan macam apa itu? Aku menggugat resah. Kebahagiaan yang deminya kau rela mengorbankan kebahagiaanmu sendiri? Bahkan bukan hanya kebahagiaan milikmu, tapi milik orang lain, milik keluargamu dan milik sahabat-sahabatmu….?

Apa lagi yang ingin kau korbankan? Jangan katakan kau rela mengorbankan cinta kepada-Nya hanya karena ingin membuatnya bahagia! Kumohon jangan katakan itu…

hatiku teriris….

Perih…

“aku ingin berhenti, tapi aku tak bisa…”

Entah kenapa, seakan ada kekuatan yang begitu besar menarikmu ke dalam pusaran cinta itu, sahabat…..

Oh, Allah…. kekuatan itu begitu mengerikan!!!

yang bisa menarik sahabat-sahabatku dari pusaran cinta-Mu

“karena aku tak ingin kehilangan cinta” seorang ibu berbisik pasrah dengan mata yang basah. Ia telah begitu pasrahnya menerima siksaan dari sang suami hanya karena ingin keluarganya tetap utuh. Hanya karena ingin anak-anaknya tetap bisa bersekolah, tanpa ada tanggungan malu jika orangtuanya bercerai.

Oh, Allah… kekuatan apa itu?

Kekuatan yang telah menjadikan ia begitu kuat menanggung beban di bahunya yang ringkih..

Kekuatan yang menjadikan tangan itu tetap kokoh menggandeng anaknya dengan lembut..

Walau bahu itu telah remuk dipukuli sang suami

Walau tangan itu telah tersulut api rokok ayah dari anak-anaknya sendiri…..

semua itu membuatku semakin takut….

ketakutan yang membuatku ingin berlari…

berlari hanya ke dalam pusaran cinta-Mu

tidak yang lain

aku ingin menggugat cinta!

Cinta yang seharusnya membuat dunia ini indah

Cinta yang seharusnya membuat hidup ini manis

Namun mengapa ia menyakiti?

Menyakiti cintaMu?

Mengkhianati kasihMu?

memang, aku tahu

orang-orang bijak bilang

cinta adalah anugerah yang indah,

terlalu indah untuk dirasakan

sekaligus terlalu rumit untuk dimengerti

terlalu lembut di kalbu

sekaligus terlalu kuat menancap di hati

tapi, aku lagi-lagi tak dapat mengerti….

lalu cinta pun semakin membuatku resah…

apa ini yang bergejolak semakin dahsyat?

Sesuatu dihatiku

yang tak kutahu apa itu…

Sesuatu yang begitu kuat,

Tapi aku tak mengerti…

Mengapa…
untuk apa…

kepada siapa??

Aku terlalu takut…

Dan resah….

Dan…

Dalam mimpiku,

cinta berusaha menjawab resahku….

Tahukah?

Sayap tak akan pernah utuh bila tak berpasangan..

Sayap tak akan dapat terbang bila ia bersendirian..

Hati tak akan pernah kokoh bila ia patah

Hati tak akan murni bila tak ada embun yang membasahi

Dan..

Hatimu bersayap

Ia ingin kokoh,

Ia tak ingin patah

Ia ingin selalu murni ruhnya

Untuk menjaga hati yang murni,

Hati yang kokoh dan tak pernah patah..

Ia mencari sepasang sayapnya yang belum lengkap…

Sepasang sayap yang bernama:

cinta….

Aku terbangun,

Tertegun..

Mencerna kata yang cinta ucapkan padaku….

Aku pun tersadar,

Bahkan cinta telah tumbuh dalam hatiku,

tanpa aku sadari dan tanpa aku minta

Entah mengapa…
untuk apa…

Dan kepada siapa??

Lalu, kembali cinta berkata dalam mimpi….

kaukah disana?

Yang berikanku berjuta inspirasi

Mengirimkan kekuatan yang lembut

Kelembutan yang melahirkan kekuatan…

Kaukah disana?

Kaukah itu..?

Kaukah yang bernama cinta?

Entah mengapa,

Entah siapa,

Entah dimana…..

Sahabat…

Akhirnya aku mengerti

Cinta adalah rasa

fitrah sederhana dalam diri manusia,
dapat diraba dan dirasa oleh siapa saja,

Oleh siapa saja yang hatinya dipenuhi cinta.

Memang tak perlu kerumitan untuk dapat memahami dan merasakannya

Karena cinta tak akan pernah cukup untuk dirangkum dalam kata

Kerumitan cinta,

Keindahan cinta,

Kelembutan cinta, dan

Kekuatan cinta

Adalah fitrah terindah dalam diri manusia

Tak ada yang salah dengan cinta

bila engkau tak mendua,

cinta tertinggi yang tak boleh lekang

satu rindu yang tak boleh lepas

satu cinta yang tak boleh terlampaui

mencintaiMu, Ya Rabb..

utuh untukMu semata

lalu…

di sore itu,

Saat awan berwarna abu-abu menggantung indah, Tersenyum pilu di atas sana…

Kau ketuk pintuku,

Tanpa banyak kata, Sinar matamu telah berucap sendu

Tertatih, perlahan, Memelukku dengan isak tangis tertahan….

Cinta itukah yang telah menyakiti? Cinta itukah yang membuat jiwa ini rapuh?”

Matamu bertanya dalam sepi.

Tidak, sahabat..

Cintalah yang membuat dirimu kuat, Sekuat karang…

Namun sekaligus membuat hatimu lembut, Selembut awan….

Ia begitu indah…

Begitu indah tuk menyatukannya dalam kekuatan yang lembut…

Dalam kelembutan yang melahirkan kekuatan…

Lalu, mengapa ia menyakiti?

Ia tidak menyakiti, namun terkadang kitalah yang menyakiti cinta…

Maksudmu?

Cinta pada Sang Pemilik cinta…

Terkadang kitalah yang telah mengingkarinya…

Sahabat….

Tak perlu terseok tuk temukan sekerat cinta

Tanyalah pada Sang Pemilik hati, Penggenggam cinta di setiap jiwa

Semailah cintamu, Untuk-Nya semata

Maka kau akan temukan Percikan cinta-Nya

Dalam insan yang mencintamu…

Dan awan pun kembali tersenyum, Dalam langit yang cerah…

Pelangi tersenyum malu-malu

Dibalik titik hujan yang tersisa di sore itu…..

Lalu, Ingatkah sahabat?

Pernah di suatu malam, kau mengajakku duduk di teras lotengku

Kau tunjuk bintang-bintang itu

mengurai mimpi-mimpi kita dalam lukisan langit yang berkelap-kelip….

Tertawa…

Menangis…

Marah…

Sedih….

Bahagia…

Impian…

Cita….

Dan juga cinta…

Semua yang telah kita bagi bersama

Adalah episode kehidupan yang tak kan pernah terlupakan…

engkaulah episode terindah dalam hidupku

Dahulu, saat ini, dan selamanya…..

Dan,

tak pernah ada yang akan dapat mengakhiri segala kisah,

segala kisah yang sempat singgah dalam mimpi-mimpi kita…

mimpi masa depan yang indah,

bersiaplah menjemput mimpi!

bersiaplah tuk mengarungi langit dengan berjuta bintang baru

Tuk menjemput takdirnya yang terindah..

Indah, terlalu indah

Sahabat,

Mencintailah dengan sederhana

Rasakan Kekayaan cinta yang sederhana

Yang dapat mengalahkan “cinta luar biasa” yang diagungkan manusia

Cinta yang begitu sederhana

Sekaligus begitu kaya, yang hanya dapat dirasakan oleh hati,

dan ketawadhu’an cintalah yang membungkusnya dengan teramat sempurna,
menjadikannya terlihat begitu sederhana

namun mengadung kekayaan rasa yang sungguh luar biasa…

sahabatku, Pelangi dalam langitku, Bintang di malamku…

Ingin kutunjukkan cinta kepada mu….

Cinta yang tak akan pernah menyakiti

Tak akan pernah mengkhianati…

Karena aku begitu mencintaimu…

Cinta dari seorang sahabat

Cinta yang begitu sederhana….

aku ingin

aku ingin mencintaimu dengan sederhana :

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya debu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana :

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

siramilah jiwa-jiwa yang merindu ini

Dengan hujan cintaMu

Yang tak pernah habis

Kepada kami, hati yang saling merindu

Karena cinta-Mu….

Teruntuk semua sahabatku yang tengah mencinta….

Jangan pernah mendustai cinta,

Cinta yang telah Ia tanamkan di hati kita…

Jangan pernah mengkhianati cinta,

Cinta yang telah Ia suburkan dalam kalbu kita…

Karena cinta itu hanya percikan dari cintaNya yang begitu besar..

Kepada kita..

Hamba yang begitu Ia cintai

Cinta yang lebih besar dari seluruh cinta yang ada di hati manusia

*with love…dokterqyu*

May 5, 2008

mengejar sang waktu

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 10:57 am
pada tau khan permainan “rebut kursi” nya anak kecil?
para pemain harus bisa merebut tempat jika tak ingin terlempar dari permainan.

sadarkah kita..?
begitulah hidup…
hidup adalah perlombaan untuk mengisi sebuah tempat yang telah Ia sediakan untuk kita…
sebuah tempat yang bernama:
WAKTU…

antara waktu dan kewajiban selalu berlomba..
siapakah yang menang?
apakah aktivitas2 kebaikan dapat mengisi hidup kita?
atau ia tergeser oleh aktifitas jahili yang selalu berlomba merebut tempat di setiap ruang waktu manusia?
sesunggunya hidup adalah peperangan melawan hawa nafsu….
dan mereka yang tak bisa bertahan adalah orang-orang yang terlempar dari hidup

hidup adalah MASA KARYA
hidup bukanlah sebanyak apa waktu yang kau habiskan di dunia
tapi seberapa banyak karya yang kau berikan kepada dunia

seseorang yang hidup 100 tahun pun tak akan pernah berarti jika ia tak pernah memberikan karyanya pada dunia
namun seseorang yang hanya berusia singkat di dunia ini..sampai sekarang pun nama dan karya mereka masih hidup di dalam hati manusia…
tidak lain adalah karena karya yang telah mereka berikan untuk dunia!!!

Al-Ghazali, Hasan Al-Banna, Umat bin abdul aziz…
mereka berumur tak lebih dari 45 tahun,
namun siapa yag menyangkal betapa nama mereka masih hidup di dalam hati jutaan manusia?

mereka adalah orang-orang besar!

sungguh,
orang yang besar adalah mereka yang hidup untuk orang banyak
bukan untuk dirinya sendiri
mereka mempunyai cita untuk orang banyak
impian untuk ummat
harapan untuk ummat
tidak tenggelam dalam egoisme pribadi…
merekalah orang-orang besar!!!!

sibukkan dirimu dengan hal-hal yang penuh kebaikan
atau kebaikan-kebaikan itu akan tergeser oleh aktifitas hawa nafsu..
itulah hakikat perintah untuk ber“fastabiqul khairat”
kita tak pernah tahu kapan perlombaan hidup ini berakhir
kapan kematian itu datang menjemput kita?
apakah ia datang sebelum kita sampai di garis finish cita-cita kita?
apakah bahkan ia datang sebelum kita sempat berlari?

sungguh malang….

teman,
teruslah berlomba
mengisi waktumu dengan “karya” untuk dunia!!!

“Bekerjalah! sesungguhnya Allah dan orang-orang berimanlah yang akan melihat pekerjaanmu!”

jangan pernah merasa terbebani dengan itu semua, teman…

nikmati hidup senyaman mungkin di “kursi karya” mu. karena sesungguhnya hidup adalah NIKMAT-Nya yang teramat besar…


March 23, 2008

tumor otak gara2 perang pulsa

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 6:37 am

a terasa, tadi malam di layar henponku tertulis
http://www.hardwarezone.com/img/data/articles/2007/2293/LG_KU250.jpg

duration call: 1:16:17….

dan sang HP pun langsung mengalami sudden death setelah sebelumnya mengeluarkan desah sakaratul mautnya…bip..bip..

Ccckk.. nguobrol ama sobat kental-manis SMUku si umi, cukup bikin mulut berbusa juga. Yah, namanya juga cewek, kalo dah gobrol suka ga inget waktu, hehe…

Tapi bedanya jaman SMU dulu ngobrolnya ga jauh2 dari masalah per ABGan, kalo sekarang malah ngomongin masalah harga susu bayi lah (berhubung kita sesama bungsu yang punya banyak ponakan), masalah pendidikan anak lah (berhubung dia seorang guru), pernikahan lah (ga usah ditanya isi pembicaraannya), masalah infotainment lah (info terbaru dari temen2 lain, siapa yg mau nikah, siapa yg mau punya anak,diabsen deh dari kelas ke kelas..hihi), masalah kesehatan, juga masalah olahraga…. pokoknya lengkap kayak siaran TV dari pagi sampe pagi lagi….. bedanya siaran TV yang ini baik artis, pembawa acara sampe penonton jumlahnya Cuma 2 orang :p

Gara-gara tarif pulsa yang sekarang gila-gilaan murahnya, suka ga inget waktu kalo nelpon ataupun ditelpon. Tentang mana tarif yang paling murah, aku sih ga pernah ngitungin, males ngitungnya, kebanyakan dan bingung cara ngitungnya. Simpel aja dah, pake yang temen-temenku juga pada pake. So, walaupun jarang ketemu tapi komunikasi tetep jalan. Sejak ko-ass, temen yang satu perguruan (perguruan silat kalee..) FKUNDIP-RSDK aja jarang ketemu. Jadi lumayan lah buat ngobrolin ini-itu, bisa syuro per telpon juga, dan bisa konsul masalah-masalah lainnya…jadi serasa buka praktek konsulan online: haluuu..dokterqyu disini, ada yg bisa saya bantyuuu…?

simcard saya:

//www.telkomsel.com/web/images/common/PeDe-com.JPG” cannot be displayed, because it contains errors.http://adhiwibowo.files.wordpress.com/2007/04/3card.jpg

Beberapa hari sebelumnya juga aku telponan ama temennya adek kelasku yang yang tanya2 tentang tumor otak yang diderita saudaranya..juga berlangsung sampe 1 jam, tanpa jeda iklan susu bayi yang mengandung sakazakii…

Tumor otak?

Hmm, bukannya nakut2in siy… tapi gelombang elektromagnetik yang dikeluarkan oleh sang HP memang bukannya tidak menimbulkan efek apa-apa di otak kita tercinta ini.

Kuping terasa panas?
Itu sih Cuma gejala yang tampak dari luar ajah…

tapi, di dalam sana, ketika gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh hape ini berjarak cukup dekat dengan kepala…kecepatan gelombang yang adekuat ini pun menembus kulit, jaringan ikat, jaringan lemak, otot….! lalu menembus tulang!

dan…

gol!!!!

yap. masuklah ia ke dalam gawang otak!!!, menembus BBB (blood brain barrier, bukan yang bareng melly g itu ya) memberi pengaruh gelombangnya kepada sel-sel syaraf di otak…..!!!

Trus buktinya mana? Kaya’nya ya belum ada dilaporkan seseorang yang meninggal karena kanker otak et causa keseringan pake HP… emang sih..

tapi kalian Pernah dengerkan ttg hebohnya SUTET, para penduduk yang dilalui SUTET protes (sampe mogok makan dgn ngejait bibirnya) ke pemerintah karena merasa kesehatannya terganggu akibat gelombang elektromagnetik yang dipancarkan sang sutet. Frek gelombang yang CUMA 50khz jika dalam jangka waktu yang lama memang bs menimbulkan (evidence based medicine lho ya) sindrom penyakit dalam tubuh (due to melatonin hormone in our body).

Nah, hp kita tercinta punya frek. Gelombang 1800 Mega Hz. tapi bedanya kita ga selalu terpapar ama gelombang si ha-pe.

namun, dengan makin maraknya perang tarif yang bisa nelpon Rp. 0,000001 per xx detik maka orang2 yang terpapar pun makin banyak dgn intensitas yg cukup lama

Tapi tubuh manusia bukanlah matematika. 1+1 tidak selalu 2. terlalu rumit dan tidak bisa ditebak dgn pasti. Jadi ya ga bisa se ekstrim itu bilang MATIIN HP LO KARENA BISA BIKIN KANKER OTAK!! Karena sensivitas masing2 org (thdp gel.elektromagnetik) juga berbeda2. kesehatan ga bs diukur dari fisik aja, tapi juga mental, sosial dan ekonomi. Jadi mrpk resultante dr bbg macam faktor…. (urutan dari yg paling besar pengaruhnya)

1. lingkungan

2. perilaku

3. pelayanan kesehatan

4. genetik/keturunan yg dipengaruhi oleh populasi dan distribusi penduduk

ada bbrp hsl penelitiannya (taken from “ELECTRICAL SENSITIVITY”nya Prof. Dr.dr.anies, M.Kes,PKK >> misi pak…saya contek dikit)

* Penelitian di Finlandia, radiasi elektromagnetik telepon seluler selama 1 jam mempengaruhi produksi protein pada sel. Meskipun tdk harus membahayakan kesehatan, ttpi jika terjadi pd sel otak dpt berakibat fatal
* Laporan dari European Journal of Cancer Prevention Augst 02 menyatakan pengugnaan HP lebih rentan bagi timbulnya kanker orak daripada tdk pernah menggunakannya sama sekali
* ICNIRP (International Comission on Non Ionizing Radiation Protection) dan FCC (Federal Communication Commision) menyatakan telepon seluler aman, meskipun wajib bagi produsen mencantumkan tingkat pajanan radiasi SAR (Spesific Absorption Rate) pada buku manualnya
* Meskipun emisi telepon seluler sangat kecil, apabia berada di dekat kepala selama beberapa menit dpt menaikan suhu di sel-sel otak sekitar 0,1 derajat C.

juga sila baca di:

http://permai1.tripod.com/handphone.html

http://www.unmuh-ponorogo.org/ejournal.detail.php?id=49

so????

ya biasa aja lah kalo nelpon pake hape, ga perlu 3xsehari dengan dosis 1jam selama 6 bulan berturut2 kayak minum obat TBC….

juga kalo emang nelponnya lama, pake earphone aja, dan hapemu ga usah deket2 dengan kepala… bisa dikantongin atau dipegang aja…

tapi ada lho, kasus mematikan karena pemakaian hape

Next Page »

Blog at WordPress.com.