Dong..dong..dong…
Seperti ada gong besar di hadapanku
Besar…
Dan berisik..
Dong..dong..dong…
Seakan mengejek diriku…
hidupku..
Perasaanku…
Dong..dong…dong…
Pusing!
Jenuh!
Lelah!…
Terlalu lelah
Untuk dapat memahami CINTA…
Aku menjadi takut,
Terlalu takut ketika menyadari kekuatan yang dapat dilahirkan dari sebuah rasa yang bernama CINTA.
“semua ini karena aku mencintainya…kumohon mengertilah.” kau berkata begitu
Tapi aku tak bisa, aku tak bisa mengerti mengapa cinta bisa membuatmu terlalu pasrah, sahabat. Terlalu pasrah untuk disakiti. Terlalu pasrah untuk dapat melawan ketidak adilan. Dan terlalu pasrah untuk dikhianati. Dikhianati oleh cinta yang kau agung-agungkan itu.
Lalu apakah itu yang kau sebut cinta?
Aku tak mengerti……….
Sungguh tak dapat mengerti…
“aku hanya ingin membuatnya bahagia” sahabat yang lain berucap sendu
Kebahagiaan macam apa itu? Aku menggugat resah. Kebahagiaan yang deminya kau rela mengorbankan kebahagiaanmu sendiri? Bahkan bukan hanya kebahagiaan milikmu, tapi milik orang lain, milik keluargamu dan milik sahabat-sahabatmu….?
Apa lagi yang ingin kau korbankan? Jangan katakan kau rela mengorbankan cinta kepada-Nya hanya karena ingin membuatnya bahagia! Kumohon jangan katakan itu…
hatiku teriris….
Perih…
“aku ingin berhenti, tapi aku tak bisa…”
Entah kenapa, seakan ada kekuatan yang begitu besar menarikmu ke dalam pusaran cinta itu, sahabat…..
Oh, Allah…. kekuatan itu begitu mengerikan!!!
yang bisa menarik sahabat-sahabatku dari pusaran cinta-Mu
“karena aku tak ingin kehilangan cinta” seorang ibu berbisik pasrah dengan mata yang basah. Ia telah begitu pasrahnya menerima siksaan dari sang suami hanya karena ingin keluarganya tetap utuh. Hanya karena ingin anak-anaknya tetap bisa bersekolah, tanpa ada tanggungan malu jika orangtuanya bercerai.
Oh, Allah… kekuatan apa itu?
Kekuatan yang telah menjadikan ia begitu kuat menanggung beban di bahunya yang ringkih..
Kekuatan yang menjadikan tangan itu tetap kokoh menggandeng anaknya dengan lembut..
Walau bahu itu telah remuk dipukuli sang suami
Walau tangan itu telah tersulut api rokok ayah dari anak-anaknya sendiri…..
semua itu membuatku semakin takut….
ketakutan yang membuatku ingin berlari…
berlari hanya ke dalam pusaran cinta-Mu
tidak yang lain…
aku ingin menggugat cinta!
Cinta yang seharusnya membuat dunia ini indah
Cinta yang seharusnya membuat hidup ini manis
Namun mengapa ia menyakiti?
Menyakiti cintaMu?
Mengkhianati kasihMu?
memang, aku tahu
orang-orang bijak bilang
cinta adalah anugerah yang indah,
terlalu indah untuk dirasakan
sekaligus terlalu rumit untuk dimengerti
terlalu lembut di kalbu
sekaligus terlalu kuat menancap di hati
tapi, aku lagi-lagi tak dapat mengerti….
lalu cinta pun semakin membuatku resah…
apa ini yang bergejolak semakin dahsyat?
Sesuatu dihatiku
yang tak kutahu apa itu…
Sesuatu yang begitu kuat,
Tapi aku tak mengerti…
Mengapa…
untuk apa…
kepada siapa??
Aku terlalu takut…
Dan resah….
Dan…
Dalam mimpiku,
cinta berusaha menjawab resahku….
Tahukah?
Sayap tak akan pernah utuh bila tak berpasangan..
Sayap tak akan dapat terbang bila ia bersendirian..
Hati tak akan pernah kokoh bila ia patah
Hati tak akan murni bila tak ada embun yang membasahi
Dan..
Hatimu bersayap
Ia ingin kokoh,
Ia tak ingin patah
Ia ingin selalu murni ruhnya
Untuk menjaga hati yang murni,
Hati yang kokoh dan tak pernah patah..
Ia mencari sepasang sayapnya yang belum lengkap…
Sepasang sayap yang bernama:
cinta….
Aku terbangun,
Tertegun..
Mencerna kata yang cinta ucapkan padaku….
Aku pun tersadar,
Bahkan cinta telah tumbuh dalam hatiku,
tanpa aku sadari dan tanpa aku minta
Entah mengapa…
untuk apa…
Dan kepada siapa??
Lalu, kembali cinta berkata dalam mimpi….
kaukah disana?
Yang berikanku berjuta inspirasi
Mengirimkan kekuatan yang lembut
Kelembutan yang melahirkan kekuatan…
Kaukah disana?
Kaukah itu..?
Kaukah yang bernama cinta?
Entah mengapa,
Entah siapa,
Entah dimana…..
Sahabat…
Akhirnya aku mengerti
Cinta adalah rasa
fitrah sederhana dalam diri manusia,
dapat diraba dan dirasa oleh siapa saja,
Oleh siapa saja yang hatinya dipenuhi cinta.
Memang tak perlu kerumitan untuk dapat memahami dan merasakannya
Karena cinta tak akan pernah cukup untuk dirangkum dalam kata
Kerumitan cinta,
Keindahan cinta,
Kelembutan cinta, dan
Kekuatan cinta
Adalah fitrah terindah dalam diri manusia
Tak ada yang salah dengan cinta
bila engkau tak mendua,
cinta tertinggi yang tak boleh lekang
satu rindu yang tak boleh lepas
satu cinta yang tak boleh terlampaui
mencintaiMu, Ya Rabb..
utuh untukMu semata
lalu…
di sore itu,
Saat awan berwarna abu-abu menggantung indah, Tersenyum pilu di atas sana…
Kau ketuk pintuku,
Tanpa banyak kata, Sinar matamu telah berucap sendu
Tertatih, perlahan, Memelukku dengan isak tangis tertahan….
“Cinta itukah yang telah menyakiti? Cinta itukah yang membuat jiwa ini rapuh?”
Matamu bertanya dalam sepi.
Tidak, sahabat..
Cintalah yang membuat dirimu kuat, Sekuat karang…
Namun sekaligus membuat hatimu lembut, Selembut awan….
Ia begitu indah…
Begitu indah tuk menyatukannya dalam kekuatan yang lembut…
Dalam kelembutan yang melahirkan kekuatan…
Lalu, mengapa ia menyakiti?
Ia tidak menyakiti, namun terkadang kitalah yang menyakiti cinta…
Maksudmu?
Cinta pada Sang Pemilik cinta…
Terkadang kitalah yang telah mengingkarinya…
Sahabat….
Tak perlu terseok tuk temukan sekerat cinta
Tanyalah pada Sang Pemilik hati, Penggenggam cinta di setiap jiwa
Semailah cintamu, Untuk-Nya semata
Maka kau akan temukan Percikan cinta-Nya
Dalam insan yang mencintamu…
Dan awan pun kembali tersenyum, Dalam langit yang cerah…
Pelangi tersenyum malu-malu
Dibalik titik hujan yang tersisa di sore itu…..
Lalu, Ingatkah sahabat?
Pernah di suatu malam, kau mengajakku duduk di teras lotengku
Kau tunjuk bintang-bintang itu
mengurai mimpi-mimpi kita dalam lukisan langit yang berkelap-kelip….
Tertawa…
Menangis…
Marah…
Sedih….
Bahagia…
Impian…
Cita….
Dan juga cinta…
Semua yang telah kita bagi bersama
Adalah episode kehidupan yang tak kan pernah terlupakan…
engkaulah episode terindah dalam hidupku
Dahulu, saat ini, dan selamanya…..
Dan,
tak pernah ada yang akan dapat mengakhiri segala kisah,
segala kisah yang sempat singgah dalam mimpi-mimpi kita…
mimpi masa depan yang indah,
bersiaplah menjemput mimpi!
bersiaplah tuk mengarungi langit dengan berjuta bintang baru
Tuk menjemput takdirnya yang terindah..
Indah, terlalu indah
Sahabat,
Mencintailah dengan sederhana
Rasakan Kekayaan cinta yang sederhana
Yang dapat mengalahkan “cinta luar biasa” yang diagungkan manusia
Cinta yang begitu sederhana
Sekaligus begitu kaya, yang hanya dapat dirasakan oleh hati,
dan ketawadhu’an cintalah yang membungkusnya dengan teramat sempurna,
menjadikannya terlihat begitu sederhana
namun mengadung kekayaan rasa yang sungguh luar biasa…
sahabatku, Pelangi dalam langitku, Bintang di malamku…
Ingin kutunjukkan cinta kepada mu….
Cinta yang tak akan pernah menyakiti
Tak akan pernah mengkhianati…
Karena aku begitu mencintaimu…
Cinta dari seorang sahabat
Cinta yang begitu sederhana….
aku ingin
aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya debu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
siramilah jiwa-jiwa yang merindu ini
Dengan hujan cintaMu
Yang tak pernah habis
Kepada kami, hati yang saling merindu
Karena cinta-Mu….
Teruntuk semua sahabatku yang tengah mencinta….
Jangan pernah mendustai cinta,
Cinta yang telah Ia tanamkan di hati kita…
Jangan pernah mengkhianati cinta,
Cinta yang telah Ia suburkan dalam kalbu kita…
Karena cinta itu hanya percikan dari cintaNya yang begitu besar..
Kepada kita..
Hamba yang begitu Ia cintai
Cinta yang lebih besar dari seluruh cinta yang ada di hati manusia
*with love…dokterqyu*