muslim doctor’s site

February 9, 2008

Hidup Ga Seru Tanpa Tantangan

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 2:35 pm

Hidup adalah ujian. Mungkin kalimat ini sering kita dengar, namun sangat jarang untuk kita resapi maknanya. Ujian dan tantangan dalam kehidupan adalah cara Alllah untuk “menyeleksi” hamba-hambaNya.

 Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.At-Taubah:16)

 Seseorang yang diberi tantangan dan ujian dalam kehidupannya adalah untuk membersihkan jiwa manusia itu sendiri. Agar manusia kembali ke jalan Allah dan bertaubat.

 Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat. (QS.Shaad:34.)

 Janganlah kita menjadi orang-orang yang tidak peka terhadap ujian Allah seperti yang dicontohkan dalam ayat dibawah ini:

 Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji[667] sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran? (QS.At-Taubah: 126)

 
Ujian datang dalam berbagai bentuk. Kesenangan dan kesedihan adalah ujian. Jadi bukan berarti ujian adalah hal yang tidak enak saja. Kemiskinan dan kekayaan adalah ujian, kegagalan dan keberhasilan adalah ujian. Ujian yang menunjukkan bagaimana sikap kita ketika menerima takdirNya. Apakah menggerutu? Menjadi ujub? Apakah dengan ujian tersebut keimanan bertambah? Atau malah sebaliknya?

 Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. (Qs.Az-Zumar: 49.)

 
Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku.” 16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”

(QS.Al-Fajr:15-16)

Aktifitas di RS terkadang memang memeras tenaga yang lebih. Dan ketika profesi ini -mau tidak mau- harus berhadapan dengan orang banyak, dengan berbagai kondisi, maka stressor yang datang juga akan lebih beragam. Ketika menghadapi pasien dan keluarga pasien yang membutuhkan perhatian lebih (well, namanya orang sakit kan butuh perhatian lebih, dan keluaga mereka membutuhkan penjelasan yang memuaskan), ketika menghadapi teman sejawat (yang sama-sama lagi capek), dan ketika menghadapi dokter supervisor (ini yang paling bikin deg-deg-serr).

Raga yang lelah mungkin bisa diobati dengan beristirahat sejenak. Meluruskan punggung, menggeliat sebentar dan akan tambah nikmat bila bisa tidur melepas lelah. Namun terkadang tidak hanya raga yang letih, jiwa ini pun ikut letih. Letih akan segala ujian dan tantangan yang dihadapi. Apalagi ketika raga terasa lelah, jiwa akan lebih sensitif. Orang yang sedang capek tentunya lazim dikatakan lebih mudah marah bukan?

 Segala yang kita hadapi dalam kehidupan adalah ujian yang Allah berikan. Apakah kemudian kita dapat memetik hikmah di setiap likunya, atau semua itu lewat begitu saja tanpa meninggalkan bekas dan jejak sedikitpun di hati kita?

Terkadang raga ini letih melalui semuanya…

Terkadang perasaan lelah membuncah akan segala hal yang terjadi di hadapan kita…

Dan hanyalah jiwa yang dapat menyirami bunga raga untuk tidak layu dan tetap merekah…

Indah…

No Comments Yet »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.