muslim doctor’s site

March 23, 2008

tumor otak gara2 perang pulsa

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 6:37 am

a terasa, tadi malam di layar henponku tertulis
http://www.hardwarezone.com/img/data/articles/2007/2293/LG_KU250.jpg

duration call: 1:16:17….

dan sang HP pun langsung mengalami sudden death setelah sebelumnya mengeluarkan desah sakaratul mautnya…bip..bip..

Ccckk.. nguobrol ama sobat kental-manis SMUku si umi, cukup bikin mulut berbusa juga. Yah, namanya juga cewek, kalo dah gobrol suka ga inget waktu, hehe…

Tapi bedanya jaman SMU dulu ngobrolnya ga jauh2 dari masalah per ABGan, kalo sekarang malah ngomongin masalah harga susu bayi lah (berhubung kita sesama bungsu yang punya banyak ponakan), masalah pendidikan anak lah (berhubung dia seorang guru), pernikahan lah (ga usah ditanya isi pembicaraannya), masalah infotainment lah (info terbaru dari temen2 lain, siapa yg mau nikah, siapa yg mau punya anak,diabsen deh dari kelas ke kelas..hihi), masalah kesehatan, juga masalah olahraga…. pokoknya lengkap kayak siaran TV dari pagi sampe pagi lagi….. bedanya siaran TV yang ini baik artis, pembawa acara sampe penonton jumlahnya Cuma 2 orang :p

Gara-gara tarif pulsa yang sekarang gila-gilaan murahnya, suka ga inget waktu kalo nelpon ataupun ditelpon. Tentang mana tarif yang paling murah, aku sih ga pernah ngitungin, males ngitungnya, kebanyakan dan bingung cara ngitungnya. Simpel aja dah, pake yang temen-temenku juga pada pake. So, walaupun jarang ketemu tapi komunikasi tetep jalan. Sejak ko-ass, temen yang satu perguruan (perguruan silat kalee..) FKUNDIP-RSDK aja jarang ketemu. Jadi lumayan lah buat ngobrolin ini-itu, bisa syuro per telpon juga, dan bisa konsul masalah-masalah lainnya…jadi serasa buka praktek konsulan online: haluuu..dokterqyu disini, ada yg bisa saya bantyuuu…?

simcard saya:

//www.telkomsel.com/web/images/common/PeDe-com.JPG” cannot be displayed, because it contains errors.http://adhiwibowo.files.wordpress.com/2007/04/3card.jpg

Beberapa hari sebelumnya juga aku telponan ama temennya adek kelasku yang yang tanya2 tentang tumor otak yang diderita saudaranya..juga berlangsung sampe 1 jam, tanpa jeda iklan susu bayi yang mengandung sakazakii…

Tumor otak?

Hmm, bukannya nakut2in siy… tapi gelombang elektromagnetik yang dikeluarkan oleh sang HP memang bukannya tidak menimbulkan efek apa-apa di otak kita tercinta ini.

Kuping terasa panas?
Itu sih Cuma gejala yang tampak dari luar ajah…

tapi, di dalam sana, ketika gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh hape ini berjarak cukup dekat dengan kepala…kecepatan gelombang yang adekuat ini pun menembus kulit, jaringan ikat, jaringan lemak, otot….! lalu menembus tulang!

dan…

gol!!!!

yap. masuklah ia ke dalam gawang otak!!!, menembus BBB (blood brain barrier, bukan yang bareng melly g itu ya) memberi pengaruh gelombangnya kepada sel-sel syaraf di otak…..!!!

Trus buktinya mana? Kaya’nya ya belum ada dilaporkan seseorang yang meninggal karena kanker otak et causa keseringan pake HP… emang sih..

tapi kalian Pernah dengerkan ttg hebohnya SUTET, para penduduk yang dilalui SUTET protes (sampe mogok makan dgn ngejait bibirnya) ke pemerintah karena merasa kesehatannya terganggu akibat gelombang elektromagnetik yang dipancarkan sang sutet. Frek gelombang yang CUMA 50khz jika dalam jangka waktu yang lama memang bs menimbulkan (evidence based medicine lho ya) sindrom penyakit dalam tubuh (due to melatonin hormone in our body).

Nah, hp kita tercinta punya frek. Gelombang 1800 Mega Hz. tapi bedanya kita ga selalu terpapar ama gelombang si ha-pe.

namun, dengan makin maraknya perang tarif yang bisa nelpon Rp. 0,000001 per xx detik maka orang2 yang terpapar pun makin banyak dgn intensitas yg cukup lama

Tapi tubuh manusia bukanlah matematika. 1+1 tidak selalu 2. terlalu rumit dan tidak bisa ditebak dgn pasti. Jadi ya ga bisa se ekstrim itu bilang MATIIN HP LO KARENA BISA BIKIN KANKER OTAK!! Karena sensivitas masing2 org (thdp gel.elektromagnetik) juga berbeda2. kesehatan ga bs diukur dari fisik aja, tapi juga mental, sosial dan ekonomi. Jadi mrpk resultante dr bbg macam faktor…. (urutan dari yg paling besar pengaruhnya)

1. lingkungan

2. perilaku

3. pelayanan kesehatan

4. genetik/keturunan yg dipengaruhi oleh populasi dan distribusi penduduk

ada bbrp hsl penelitiannya (taken from “ELECTRICAL SENSITIVITY”nya Prof. Dr.dr.anies, M.Kes,PKK >> misi pak…saya contek dikit)

* Penelitian di Finlandia, radiasi elektromagnetik telepon seluler selama 1 jam mempengaruhi produksi protein pada sel. Meskipun tdk harus membahayakan kesehatan, ttpi jika terjadi pd sel otak dpt berakibat fatal
* Laporan dari European Journal of Cancer Prevention Augst 02 menyatakan pengugnaan HP lebih rentan bagi timbulnya kanker orak daripada tdk pernah menggunakannya sama sekali
* ICNIRP (International Comission on Non Ionizing Radiation Protection) dan FCC (Federal Communication Commision) menyatakan telepon seluler aman, meskipun wajib bagi produsen mencantumkan tingkat pajanan radiasi SAR (Spesific Absorption Rate) pada buku manualnya
* Meskipun emisi telepon seluler sangat kecil, apabia berada di dekat kepala selama beberapa menit dpt menaikan suhu di sel-sel otak sekitar 0,1 derajat C.

juga sila baca di:

http://permai1.tripod.com/handphone.html

http://www.unmuh-ponorogo.org/ejournal.detail.php?id=49

so????

ya biasa aja lah kalo nelpon pake hape, ga perlu 3xsehari dengan dosis 1jam selama 6 bulan berturut2 kayak minum obat TBC….

juga kalo emang nelponnya lama, pake earphone aja, dan hapemu ga usah deket2 dengan kepala… bisa dikantongin atau dipegang aja…

tapi ada lho, kasus mematikan karena pemakaian hape

how to be a lovely doctor

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 6:35 am

skill komunikasi yang baik agaknya harus lebih ditingkatkan bagi para dokter. bukan dalam rangka menarik pasien sebanyak mungkin…tapi hal ini berhubungan dengan kepuasan pasien dan yang lebih utama adalah pemenuhan kewajiban dokter terhadap pasien.

yap! kontrak antara dokter dan pasien adalah hubungan antra hak dan kewajiban. masing2 memenuhi hak dan kewajibannya.

banyak kasus malpraktek yang dilaporkan akhir-akhir ini sebenarnya jika ditilik pokok permasalahannya adalah pada pola komunikasi yang jelek. edukasi dokter yang kurang dan tidak menyeluruh, waktu yang sempit, dan banyak alasan lainnya menimbulkan kesalahpahaman antara dokter dan pasien yang akhirnya menimbulkan kekecewaan pasien.

saat sedang browsing di site favorit saya: http://www.dakwatuna.com
saya menemukan sebuah tulisan yang sangat cocok untuk kondisi ini:
dan artikel ini telah saya edit sedikit Insya Allah tanpa mengubah maknanya
(
Agar Pesan Sampai Ke Hati Oleh: Asfuri Bahri, Lc)


Seorang pasien penderita penyakit kanker terbaring di atas tempat tidur di sebuah rumah sakit yang entah rumah sakit ke berapa yang pernah disinggahinya. Dan kali ini pun hasil yang didapat tidak jauh berbeda dengan perawatan sebelumnya. Bahkan dokter yang menanganinya sempat menghampirinya. Sambil mengangkat kedua tangannya ia berkata kepada si pasien, bahwa seluruh upaya medis telah ditempuh. Karena kondisi penyakit yang sangat kritis, agaknya harapan untuk sembuh sangat tipis.Bisa dibayangkan bagaimana reaksi pasien tersebut. Sedih, gelisah, depresi, tidak ada lagi gairah dan upaya. Berbeda halnya jika si dokter yang merawatnya itu mengatakan hal lain, kondisinya memang sangat parah, namun, menurutnya, masih ada harapan untuk sembuh. Tentu si pasien sangat bergembira mendengarnya. Kata-kata dokter itu akan mempengaruhi semangatnya untuk sembuh.

Kata-kata mempunyai kekuatan yang luar biasa. Bahkan terkadang ia lebih ampuh daripada senjata. Dalam hal ini pepatah lama masih relevan, bahwa lidah lebih tajam daripada pedang. Betapa sering sebuah perang berkobar disebabkan oleh kata. Demikian pula sebaliknya, perang dapat dihentikan oleh sebuah diplomasi atau secarik kertas perjanjian damai. Seorang penulis wanita Jerman, Annemarie Schimmel, berbicara tentang kekuatan kata. “Kata yang baik laksana pohon yang baik. Kata diyakini sebagai suatu kekuatan kreatif oleh sebagian besar agama di dunia; katalah yang mengantarkan wahyu; kata diamanahkan kepada umat manusia sebagai titipan yang harus dijaga, jangan sampai ada yang teraniaya, terfitnah, atau terbunuh oleh kata-kata.”

Karena kata-kata seseorang bisa bergairah, bersemangat, terhibur dari duka, seorang pasien akan mempunyai harapan sembuh oleh kata-kata dokter. Yang terkadang kondisi sesungguhnya berlawanan dengan kata-kata itu, sekadar untuk menerbitkan semangat. Juga karena kata-kata, hati yang tadinya cerah berbunga-bunga menjadi redup sedih. Tadinya optimis menjadi pesimis. Bersemangat menjadi patah arang.

Kata-kata sebagai alat yang ampuh untuk berbagai kepentingan orang. Melobi, mempengaruhi, merayu, menghina, melecehkan, membalaskan sakit hati. Dan kata orang, ia adalah senjata bermata dua. bisa menjadi duat hal yang baik jika digunakan untuk hal yang baik dengan cara yang baik, namun bisa pula sebaliknya.

Seorang dokter, mempunyai tujuan membantu pasien melawan penyakitnya. dokter bukanlah Tuhan yang dapat menentukan hidup matinya seseorang. ia hanya sebagai perantara, menjadikan profesinya untuk menolong sesama. informasi yang diberikan dokter kepada pasien harusnya disesuaikan dengan kondisi pasien itu sendiri. mislanya daja tidak semua pasien nyaman diberitahu detail tentang penyakitnya. ada yang cukup puas dengan penjelasan simpel, ada juga yang meminta penjelasan lebih detail. biasanya ini tergantung dari tingkat pendidikan seseorang, biasanya pendidikan dengan tingkat lebih tinggi membuat pasien lebih banyak bertanya tentang banyak hal.

dalam kasus ini, kondisi sebenarnya sang pasien tidak harus diberitahukan kepada yang bersangkutan karena akan mempengaruhi semangat hidupnya. informasi ini dapat diberitahukan kepada keluarga pasien sebagai perwakilan pasien. mengenai informed consent yang diberikan pasien kepada dokter juga berkaitan erat dengan bseberapa jauh informasi yang dokter berikan. dalam hal ini menyangkut 3 unsur informasi:

1. diagnosis

2. terapi

3.prognosis (perkiraan perjalanan penyakit)

ketiga hal ini adalah informasi yang harus diberikan dokter kepada pasien agar pasien dapat menentukan menerima atau tidak tindakan medis dari seorang dokter.

jika dokter tidak memberikan edukasi yag jelas, pasien bisa salah menangkap informasi, pasien mungkin akan over estimate terhadap terapi yagn diberikan dokter, sehingga apabila hasil yang muncuk tidak seperti yang diharapkan pasien akan kecewa dan jatuh pada penuntutan dokter di meja hijau.

jika kerugian pasien tersebut merupakan resiko medis, dokter dapat bebas dari tuduhan malpraktek. namun bila dalam edukasi pemberian informed consent dokter tidak menyampaikan kepada pasien, maka hal ini menjadi kesalahan dokter.

dalam situasi tertentu dia\mana keadaan pasien tidak memungkinkan memberikan informed consent, keluarga dapat menjadi wakil bagi pasien.

penyampaian informasi oleh dokter kepada pasien juga berpengaruh sangat besar. seperti kasus diatas. mungkin bila dokter menyampaikan dengan bahasa dan cara yang lebih halus (dengan juga melihat kondisi psikis pasien) mungkin segal ainformasi yang diterima tidak akan menimbulkan penyakit psikis lain yang justru meperberat perjalanan penyakit utamanya.

disini adalah seni komunikasi yang dituntut dari seorang dokter. ia bkan hanya orang yang bertugas memeriksa dan memberikan obat. namun ia juga sebagai terapis psikologis, dimana terapi yang dilakukan haruslah secara holistik. jiwa dan raga. dan ini bukan hanya tugas serorang psikiater atau ahli kejiwaan untuk dapat memberikan psikoterapi (selain obat psikotropika). ini adalah kewajiban semua dokter. karen aperan dokter disini juga sebagi PENYAMPAI BERITA.

bagaikan seorang dai dengan tugas dakwahnya mengajak orang kepada Allah dalam taat dan ibadah kepada-Nya. Aktivitas dai dan dokter sangat didominasi oleh penyampaian kata-kata. Sebab sasaran yang hendak dituju adalah akal manusia itu sendiri. Jika tujuan dakwah adalah melakukan perubahan (taghyir), maka faktor utama yang dapat mempengaruhi proses perubahan adalah akal pikiran. begitu juga profesi dokter, ia memberikan edukasi dengan tujuan agar pasien dapat merubah pikiran maupun perilaku yang menyangkut masalah kesehatannya

Penyampaian kata-kata bahkan menjadi titik tekan tugas para nabi dan rasul. Seperti yang Allah tegaskan kepada Rasulullah saw. Allah berfirman,

“Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah).” (As-Syura: 48).

Berbagai kajian dan petunjuk tentang kata-kata dan ceramah yang berkesan telah banyak ditulis para ulama. Namun muaranya tidak jauh berputar pada beberapa poin berikut ini:

1. Kuatnya Hubungan dengan Allah

Hubungan yang menguatkannya, yang menjadi rujukan, tempat menyandarkan diri, kepada-Nya ia mengadu, berdoa, dan berbagi.

Sejarah telah menjadi saksi bahwa tidak ada seorang nabi pun atau pelaku perbaikan kecuali ia mempunyai hubungan yang kuat dengan Allah. Jalinan mereka dengan Allah sangat kuat, hidup, dan selalu segar. Tidak pernah putus barang sekejap pun dan tidak pernah layu.

sebagai seorang dokter, yang banyak berhubungan dengan masalah kehidupan dan kematian, seharusnya lah ia lebih mendekatkan diri kepada Allah, meminta untuk selalu diberikan kemudahan dalam setiap kesulitan dan dijauhkan dari fitnah dan marabahaya.

2. Selalu Memperbaiki DiriSetiap muslim wajib memperbaiki diri dari segala kekurangan. Apalagi seorang dokter yag banyak memberikan nasihat kepada pasien. Boleh jadi ini merupakan hasil dari hubungan yang baik dengan Allah. Sebab siapa yang mengingat Allah ia akan teringat akan semua dosa dan kekurangan dirinya serta menyadari semua aib pribadinya. Berbeda halnya dengan orang yang lalai dari zikir. Ia pun akan lalai kepada Allah bahkan lalai kepada dirinya sendiri. Ia berjalan tanpa arah dan petunjuk. Allah berfirman,

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hasyr:19)

Sangat berbahaya jika seorang dai mengajak orang melakukan sesuatu sementara dirinya sendiri jauh darinya. Atau mencegah orang dari melakukan sesuatu ia sendiri belum bisa terlepas darinya. Jika demikian, maka seruan yang dikumandangkannya tak nyaring lagi. apalagi jika dokter yagn melarang pasiennya merokok ternyata juga seorang perokok..

nah, siapa yang mau percaya?????

Bahkan, tidak hanya ajakannya yang diabaikan orang, ia bisa mendapatkan murka dari Allah.

“Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (As-Shaf:3)

Tentu saja hal ini tidak dipahami secara tidak konstruktif, dengan menyibukkan diri sendiri serta tidak peduli kepada perbaikan sekitarnya. Aslih nafsaka wad’u ghairaka (perbaiki dirimu dan ajaklah orang lain), begitu kata orang.

3. Kecerdasan Akal, Kebersihan Hati, dan Pemahaman yang Dalam tentang Islam dan keilmuannya

“Allah menganugerahkan Al hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar Telah dianugerahi karunia yang banyak. dan Hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (Al-Baqarah:269)

Menurut Muhammad Al-Ghazali, kecerdasan yang dimaksud, seseorang tidak perlu menjadi jenius. Namun hanya dengan memiliki kemampuan melihat suatu permasalahan apa adanya. Tidak menambah maupun mengurangi. Dengan cara pandang seperti ini seorang dari dapat mendiagnosa sebuah persoalan dengan baik dan pada gilirannya bisa memberikan terapi yang tepat sesuai dengan permasalahan yang dihadapinya. Kata-kata yang disampaikannya menjadi tepat sasaran.

Dengan kemampuan seperti inilah Rasulullah terlihat menyampaikan nasihat yang berbeda-beda, melihat kondisi dan latar belakang psikologis seseorang yang konsultasi kepada beliau. Suatu saat beliau hanya mengatakan, “Janganlah kamu marah.” Dan Jariyah bin Qudamah, orang yang bertanya itu pun puas dengan jawaban beliau. Bahkan menurut riwayat Thabrani, pahalanya surga, seperti yang beliau sabdakan, “Janganlah kamu marah, maka akan mendapat surga.” Suatu saat beliau hanya mengatakan, “Katakan, aku beriman kepada Allah. Lalu istiqamahlah.”

Kebersihan hati yang dimaksud tentu bukannya kebersihan hati yang setaraf dengan para malaikat. Cukuplah bagi seorang dokter memiliki hati yang penuh cinta kepada manusia.

4. Keikhlasan

Keikhlasan merupakan tuntutan yang harus dipenuhi setiap muslim dalam ibadahnya kepada Allah. Sebab ia sebagai syarat diterimanya ibadah. Ibnu Atha’illah berkata,

“Amal perbuatan merupkan tubuh yang tegak. Sedangkan ruhnya adalah adanya rahasia di balik amal yang berupa keikhlasan.”

erlebih lagi bagi seorang dokter. Aktivitasnya adalah sebaik-baik amal dan sarana taqarrub kepada Allah, tentu keikhlasan menjadi lebih urgen lagi. sayang sekali segala peluh yang mengalir hanya dibayarkan di dunia saja, tidak diberi ganjaran yang berbulir 700 kali lipat sebagai penambah timbangan kebaikan…

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima selain kebaikan.” Bagi seorang dari, kebaikan yang hendak dipersembahkan kepada Allah adalah keyakinannya terhadap keutamaan aktifitasnya dan harapannya yang ditambatkan kepada ridha Allah semata.

5. Keluasan Wawasan

jelas, keilmuan seputar profesi sebagai seorang dokter sangat dibutuhkan karena ini adalah modal utama. selain itu, dibutuhkan wawasan lain selain ilmu kedokteran. keluasan wawasan yang dimiliki seorang dokter membuatnya mampu menemukan ‘pembuka hati’ bagi orang-orang yang menjadi objek dakwahnya. Ketika berkomentar tentang wawasan Abu Bakar yang paling tahu tentang nasab suku Quraisy dan paling tahu tentang apa yang baik dab buruk mereka, Munir Muhammad Al-Ghadhban berkata, “Pengetahuan tidak kalah penting daripada akhlaq. Yang dituntut dalam masalah ini bukan segala macam pengetahuan. Tetapi pengetahuan mengenai masyarakat dan kecenderungan-kecenderungannya. Pengetahuan yang menjelaskan karakteristik jiwa manusia. Pengetahuan inilah yang akan memberikan kunci comunication skill yang saya sebutkan diatas. Setiap hati memiliki ‘kunci’, dan tugas seorang dai adalah untuk mendapatkan kunci itu agar ia bisa memasuki hatinya lalu hati itu menyambutnya.”

6. Menguasai Metodologi Komunikasi

Sebab ada pepatah Arab mengatakan, likulli maqam maqal (bagi masing-masing momen ada ungkapannya). Dan masing-masing orang memiliki kecenderungan terhadap satu bentuk komunikasi tertentu. Ada yang suka dengan gaya bicara yang berapi-api. Ada yang tertarik dengan ceramah yang banyak ‘lawak’nya. Ada pula yang tidak suka terhadap hal-hal yang monoton dan serius dan ia lebih suka kalau ceramah banyak diselingi ilustrasi. Kemampuan memilih model komunkasi yang tepat akan menjadi daya tarik yang dapat menggait hati. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya kejelasan (komunikasi) adalah sihir.”

6. Berdoa

seorang dokter tidak boleh menyandarkan hasil kepada kemampuan dan upayanya. Upaya itu harus dikembalikan kepada Allah yang menguasai segalanya. Ini akan menjaganya dari sikap ghurur apabila apa yang diperbuatnya menghasilkan suatu yang baik, misalkan kesembuhan pasien dan menjauhkannya dari berputus asa jika menemui kegagalan. Sebab ia yakin, seberapa hebat sarana yang dikuasainya, ia hanyalah senjata bisa mengenai sasaran dan bisa tidak. Doa juga dapat menutupi segala kekurangan dan kelemahannya. Sebab tidak ada orang yang memiliki semua dan menguasai segalanya secara ideal. Adakalanya seseorang memiliki kelebihan pada satu sisi, namun ia juga memiliki kekurangan pada sisi lain. Dan berdoa adalah ibadah. Adalah senjata seorang mukmin di saat senjata lain tidak mempan. Ketajaman doa dapat menembus sesuatu yang tidak bisa ditembus senjata biasa.

7. Selanjutnya, takdir dari Allah

sekali lagi, dokter hanya membantu. maslah sembuh atau tidak hanyalah allah yang berhak. bukan dokter yang juga manusia, ciptaan Allah dengan kekurangan yang sama banyaknya dengan makhluk lainnya.

Semoga Allah mengokohkan kaki kita dengan kata-kata-Nya yang tetap. Wallahu A’lam.
//muhtarsuhaili.files.wordpress.com/2007/04/al-quran.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

Menjadi biasa sekaligus luar biasa

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 5:30 am

Dalam menjalani hidup, manusia terkadang harus dapat menjadi biasa

Namun, bukan berarti manusia tersebut bukan manusia yang hebat,

Justru ia adalah manusia yang luar biasa

Selayaknya Rasulullah SAW,

Sungguh beliau adalah manusia biasa dengan akhlaq yang luar biasa

Keluarbiasaan yang terdapat dalam diri beliau tidak menjadikannya lantas menaikkan dagu untuk merasa hebat.

Namun terbungkus begitu indah dengan ketawadhu’an yang membuat beliau secara zhahir tak berbeda dengan manusia lain.

Seorang sahabat pernah sampai begitu sedihnya ketika melihat Rasulullah tidur beralaskan tikar.

Padahal beliau adalah pemimpin pada saat itu,

Tak seperti para raja di negeri jiran yang tidur beralas kasur empuk, berpakaian sutra dan minum dari gelas perak.

Namun, itu tak menjadi masalah,

Karena bagi Beliau, semua itu adalah hal yang biasa,

Tak ada yang perlu ditangisi karena hal yang biasa,

Sungguh baginya harta dan kemegahan dunia adalah hal yang biasa saja,

Tak ada yang istimewa.

Namun sebaliknya, di zaman jahiliyah banyak hal yang dianggap biasa oleh masyarakat

Tapi itu bukan hal yang biasa bagi Rasul Karena di dalamnya terdapat banyak kemaksiatan.

Mengubur bayi perempuan hidup adalah hal biasa,

Tapi tidak bagi Rasul

Perjudian, perzinahan, dan begitu banyak kedzaliman yang terjadi di waktu itu sungguh telah dianggap hal yang biasa bagi mereka,

Namun tidak bagi Rasul

Karena hal biasa itu mengandung kemaksiatan. Bukan hal yang patut untuk ditanggapi biasa-biasa saja dan kemudian tidak menghiraukannya.

Lalu, hendaknya kita berkaca,

Apakah kita sudah dapat menjadi orang yang biasa saja dalam menjalani semua urusan dunia?

Dan menjadi orang yang luar biasa ketika menghadapi masalah ukhrawi?

Menganggap biasa pada tradisi korupsi-kolusi-nepotisme,

yah, karena hal ini sudah mengakar dan tak bisa diubah…jadi biasa aja kali…sabar aja” justru kalimat ini yang terucap.

Dan mengapa ketika dihadapi masalah ekonomi rumah tangga, kesabaran itu tak bisa muncul?

Sungguh itu bukan kesabaran yang sesuai pada tempatnya.

Menjadi biasa dalam kepungan masyarakat materialistik memang membutuhkan komitmen dan kesabaran yang luar biasa.

Dan menjadi luar biasa dalam prinsip yang telah digariskan Allah adalah tantangan yang luar biasa hebatnya pula.

inilah saatnya untuk berpikir di luar batas,

tidak sebatas ”apa kata orang” atau ”apa yang dilihat orang”

tapi lakukan sesuai kata hatimu, untuk berjalan di muka bumi dengan tawadhu’

tak ada yang patut disombongkan dari diri ini,

kecuali izzah sebagai seorang muslim!

Sungguh itu satu-satunya kemuliaan yang patut dibanggakan,

tidak yang lainnya.

Tawadhu’ dan izzah adalah dua sikap jiwa yang ambivalen,

masing-masing berada pada sudut yang berbeda

seperti rasa benci, cinta, takut, berani.

dan itu adalah bagian integral dalam struktur psikologis manusia

rasakan bagaimana dengan manisnya Islam mengajarkan seorang muslim mencintai sesama muslim,

Namun sekaligus membenci hal yang dibenci Allah

Memiliki rasa takut kepada Allah,

Dan dalam waktu yang sama menjadi berani dalam menghadapi kezaliman manusia.

Mohammad quthb berkata ” disinilah letak kehebatan Islam, ia dengan amat indah memadukan semua sikap jiwa dalam kepribadian muslim, secara proporsional dan integral”

IMAN lah yang mengendalikan kedua sikap ambivalen itu dan memadukannya menjadi musik kepribadian yang indah.

Bila kendali iman tak ada, maka tawadhu’ hanya akan menjadi dha’if (kelemahan)

Dan izzah menjelma menjadi takabbur.

Izzah adalah kelebihan luar biasa yang Allah berikan kepada seorang muslim,

Namun iman lah yang membungkusnya dengan ketawadhu’an yang menjadikannya memandang dunia ini secara biasa,

Teramat biasa

Namun, menjadi biasa bukanlah hal yang mudah,

Sesuatu yang terlihat begitu biasa dan sederhana justru mengandung kekayaan makna yang luar biasa, seperti sebuah puisi :

aku ingin

aku ingin mencintaimu dengan sederhana :

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya debu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana :

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Aku pikir, Kekayaan rasa pada sebuah cinta yang sederhana bahkan dapat mengalahkan “cinta luar biasa” yang digambarkan dalam bait sajak penyair tersohor sekalipun.

Cinta yang kaya hanya akan dapat dirasakan oleh hati,

dan ketawadhu’an cintalah yang membungkusnya dengan sempurna,

menjadikannya terlihat begitu sederhana.

Karena rasa adalah fitrah sederhana dalam diri manusia,

dapat diraba dan dirasa oleh siapa saja, Oleh siapa saja yang hatinya dipenuhi cinta.

Memang tak perlu kerumitan untuk dapat memahami dan merasakannya

Karena cinta tak akan pernah cukup untuk dirangkum dalam kata….

-Qee-

*terinspirasi dari banyak orang, diilhami oleh banyak hikmah dan dipermanis oleh hidup yang berliku*

March 7, 2008

dokterqyu di DOKTER KITA

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 1:33 am

Sudah sejak dulu saya seneng sama majalah satu ini : DOKTER KITA.

Isinya sangat informatif bagi para dokter dan juga tidak sulit dimengerti oleh masyarakat awam.

Pernah, suatu saat (kapan ya? Saya juga lupa) saya mengirim tulisan2 saya ke redaksi….

Ups, ternyata dimuat….. (silakan di KLIK untuk memperbesar)


Bagi saya, kemauan dan semangat untuk menulis bagai pasang surutnya air laut. Cepet banget pasang en cepet banget surut.

Sejak mula, hal-hal yang saya tuangkan adalah kehidupan sehari-hari, berkaitan dengan profesi seorang dokter, dan sebagai seorang muslim saya ingin mewarnai segala aktifitas dalam satu warna kesejukan: ISLAM.

Kelimuan dan profesi ini sangat komplit, paling tidak bagi saya. Banyak hal terkait di dalamnya, ini bukanlah ilmu hitung pasti.

Sebagai seorang yang “masih bau kencur” di dalam dunia persilatan (halah) kedokteran tentunya saya merasa merasa ilmu ini masih kuraaaaaaaaaang banget.

Tahukan anda jika co-ass memiliki strata terendah dalam status keilmuannya di RS? Hehe….


Dan itulah yang menjadi ganjalan terbesar saya… setelah selesai menulis sesuatu tentang “dokter muslim” rasanya bagai pundak ini tiba-tiba dijatuhi beban beribu ton.

Bisa membayangkan?

Makanya sekali-kali nonton kartun tom en jerry donk ah…. :p


Memberikan manfaat yang besar bagi orang banyak adalah sebaik-baiknya manusia (Rasulullah SAW). Dan saya ingin menggapainya, sangat ingin….

Itulah motivasi terkuat saya untuk terus menulis. Walaupun masih dengan tertatih… tapi saya yakin,

di belakang saya banyak saudara2 saya yang mendukung…

di depan saya juga telah banyak saudara2 saya yang telah memberikan kontribusinya lebih banyak daripada saya….

Itulah motivasi saya selanjutnya….


Saat ini, saya hanya sedang berusaha memupuk kekuatan di diri saya untuk menjadi seseorang yang lebih baik, lebih baik dihadapanNya tentu saja.. untuk kemudian bisa memberikan apa yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk orang banyak.

——–hmmmmm doakan ya…….———


March 4, 2008

Apakah anda gila?

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 11:29 am

Pernah ngetawain orang gila?

Pernah ngeledekin orang gila?

Pernah mukulin orang gila?

Atau…

Pernah berpikir bahwa orang gila adalah orang yang terkena kutukan?

Harus dijauhi?

Diasingkan?

Dan bahkan terpikir bahwa mereka sebaiknya tidak ada di dunia ini…

Jika iya,

Maka…

Andalah yang gila

Dan perlu diobati jiwanya!!!

Ekstreeeem?

Hmmm, aku pikir juga begitu.

Tapi itu dulu..

Sudah banyak penelitian yang mengemukakan bahwa pada orang-orang dengan psikosis (gangguan jiwa berat, termasuk didalamnya skizofrenia) mengalami kelainan di otak mereka yang berhubungan dengan fungsi bagian-bagian tertentu di otak. Cukup ribetlah kalo disini kita ngebahas patofisiologi nya (mempelajari proses terjadinya penyakit).

Jadi ketika mereka menunjukkan sikap dan tingkah laku yang abnormal, pada prinsipnya itu terjadi karena ada kesalahan bentuk pikir dalam menilai realita. Mereka berada dalam posisi yang sulit untuk membedakan antara realita dan yang bukan realita.

Memang faktor psikososial dan genetik juga ternyata berpengaruh di dalamnya. Namun segala sesuau yang terjadi dalam tubuh manusia bukanlah ilmu matematika yang mempunyai hitungan pasti. Banyak faktor yang berpengaruh secara simultan disana.

Nah, ada pertanyaan dari seorang psikiater:

“kalau kamu dicolek orang psikosis (gangguan jiwa berat), kamu marah tidak?”

Waktu itu para co-ass menjawab dengan jawaban yang hampir kompak: “marah tho ya…”.

“kalau kalian jawab begitu saat ujian, kalian langsung TIDAK LULUS!!!” kata beliau

Why?

Ada yang dinamakan tingkah laku impulsif pada orang psikosis. Dimana tingkah laku tersebut didasari oleh keinginan hawa nafsu tanpa rem. Ya, jadi mereka memang tidak bisa mengendalikan kehendak mereka sendiri. Itulah mengapa mereka bisa marah hebat, mengamuk, dan melakukan tindakan tidak senonoh…

Terus gimana dong ketika menghadapi mereka?

Ya, tetap waspada.

Dan berdoa…

Anakku skizofren!!!!

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 11:27 am

Seorang anak yang mempunyai riwayat premorbid (sebelum sakit) yang jelek terutama problem keluarga akan mempunyai prognosis (perkiraan perjalanan penyakit) yang buruk.

Beberapa pasien yang saya temui, mempunyai riwayat masa kecil yang tidak baik. Masalah yang sering ditemui adalah: sejak kecil kurang kasih sayang (jauh dari orangtua, orangtua sibuk). Banyak akhirnya ketika dewasa mereka mengalami gangguan kepribadian dan bahkan gangguan jiwa.

Sedihnya ketika bertanya kepada sang ibu kandung:

“bu, pertama kenapa bisa begini, bisa diceritakan dari awal?”

Dan si ibu hanya bisa menggeleng lemah atau menjawab “tidak tahu” dengan alasan ia tidak tinggal serumah dengan anaknya atau pembantunya lah yang biasa mendampingi sang anak, bukan ia, ibu kandung darah dagingnya sendiri…

baca juga ceritanya disini: http://ulinundip2003.blogs.friendster.com/ulins_blog/2008/02/konsistensi_dan.html

Miris?

Ironis?

Ya! Jelas sangat mengiris hati.

Wallahualam dengan alasan apa akhirnya sang anak bisa mendapat perhatian yang kurang. Alasan ekonomi kah?

Saya rasa tidak ada orangtua yang rela menukar arti penting “perekonomian keluarga” dengan “masa depan anak”nya.

Orangtua lah yang harus bisa membagi tugas masing-masing, siapa yang mencari nafkah? Siapa yang memperhatikan urusan tumah tangga?

Dalam Islam suamilah yang berkewajiban mencari nafkah dan istri lah yang berkewajiban mengurus keperluan rumah tangga. Dua tugas yang sama-sama mulia dengan tanggung jawab yang setara besarnya sesuai porsi masing-masing.


Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). QS.An-Nisa:34

Memperhatikan perkembangan dan kebutuhan anak adalah tanggung jawab kedua orangtua. Karena kasih sayang yang dibutuhkan seorang anak adalah sama antara kebutuhan akan kelembutan belaian sang ibu dan kebutuhan akan kekuatan dari tangan kokoh sang ayah.

Dan, suami sebagai kepala rumah tangga bahkan mempunyai tanggung jawab lebih untuk menjaga keluarganya dari api neraka.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS.At-Tahrim:6)

Masih berani coba-coba menelantarkan anak-anak anda?

Tanggung sendiri akibatnya…..

Blog at WordPress.com.