muslim doctor’s site

March 4, 2008

Apakah anda gila?

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 11:29 am

Pernah ngetawain orang gila?

Pernah ngeledekin orang gila?

Pernah mukulin orang gila?

Atau…

Pernah berpikir bahwa orang gila adalah orang yang terkena kutukan?

Harus dijauhi?

Diasingkan?

Dan bahkan terpikir bahwa mereka sebaiknya tidak ada di dunia ini…

Jika iya,

Maka…

Andalah yang gila

Dan perlu diobati jiwanya!!!

Ekstreeeem?

Hmmm, aku pikir juga begitu.

Tapi itu dulu..

Sudah banyak penelitian yang mengemukakan bahwa pada orang-orang dengan psikosis (gangguan jiwa berat, termasuk didalamnya skizofrenia) mengalami kelainan di otak mereka yang berhubungan dengan fungsi bagian-bagian tertentu di otak. Cukup ribetlah kalo disini kita ngebahas patofisiologi nya (mempelajari proses terjadinya penyakit).

Jadi ketika mereka menunjukkan sikap dan tingkah laku yang abnormal, pada prinsipnya itu terjadi karena ada kesalahan bentuk pikir dalam menilai realita. Mereka berada dalam posisi yang sulit untuk membedakan antara realita dan yang bukan realita.

Memang faktor psikososial dan genetik juga ternyata berpengaruh di dalamnya. Namun segala sesuau yang terjadi dalam tubuh manusia bukanlah ilmu matematika yang mempunyai hitungan pasti. Banyak faktor yang berpengaruh secara simultan disana.

Nah, ada pertanyaan dari seorang psikiater:

“kalau kamu dicolek orang psikosis (gangguan jiwa berat), kamu marah tidak?”

Waktu itu para co-ass menjawab dengan jawaban yang hampir kompak: “marah tho ya…”.

“kalau kalian jawab begitu saat ujian, kalian langsung TIDAK LULUS!!!” kata beliau

Why?

Ada yang dinamakan tingkah laku impulsif pada orang psikosis. Dimana tingkah laku tersebut didasari oleh keinginan hawa nafsu tanpa rem. Ya, jadi mereka memang tidak bisa mengendalikan kehendak mereka sendiri. Itulah mengapa mereka bisa marah hebat, mengamuk, dan melakukan tindakan tidak senonoh…

Terus gimana dong ketika menghadapi mereka?

Ya, tetap waspada.

Dan berdoa…

Anakku skizofren!!!!

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 11:27 am

Seorang anak yang mempunyai riwayat premorbid (sebelum sakit) yang jelek terutama problem keluarga akan mempunyai prognosis (perkiraan perjalanan penyakit) yang buruk.

Beberapa pasien yang saya temui, mempunyai riwayat masa kecil yang tidak baik. Masalah yang sering ditemui adalah: sejak kecil kurang kasih sayang (jauh dari orangtua, orangtua sibuk). Banyak akhirnya ketika dewasa mereka mengalami gangguan kepribadian dan bahkan gangguan jiwa.

Sedihnya ketika bertanya kepada sang ibu kandung:

“bu, pertama kenapa bisa begini, bisa diceritakan dari awal?”

Dan si ibu hanya bisa menggeleng lemah atau menjawab “tidak tahu” dengan alasan ia tidak tinggal serumah dengan anaknya atau pembantunya lah yang biasa mendampingi sang anak, bukan ia, ibu kandung darah dagingnya sendiri…

baca juga ceritanya disini: http://ulinundip2003.blogs.friendster.com/ulins_blog/2008/02/konsistensi_dan.html

Miris?

Ironis?

Ya! Jelas sangat mengiris hati.

Wallahualam dengan alasan apa akhirnya sang anak bisa mendapat perhatian yang kurang. Alasan ekonomi kah?

Saya rasa tidak ada orangtua yang rela menukar arti penting “perekonomian keluarga” dengan “masa depan anak”nya.

Orangtua lah yang harus bisa membagi tugas masing-masing, siapa yang mencari nafkah? Siapa yang memperhatikan urusan tumah tangga?

Dalam Islam suamilah yang berkewajiban mencari nafkah dan istri lah yang berkewajiban mengurus keperluan rumah tangga. Dua tugas yang sama-sama mulia dengan tanggung jawab yang setara besarnya sesuai porsi masing-masing.


Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). QS.An-Nisa:34

Memperhatikan perkembangan dan kebutuhan anak adalah tanggung jawab kedua orangtua. Karena kasih sayang yang dibutuhkan seorang anak adalah sama antara kebutuhan akan kelembutan belaian sang ibu dan kebutuhan akan kekuatan dari tangan kokoh sang ayah.

Dan, suami sebagai kepala rumah tangga bahkan mempunyai tanggung jawab lebih untuk menjaga keluarganya dari api neraka.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS.At-Tahrim:6)

Masih berani coba-coba menelantarkan anak-anak anda?

Tanggung sendiri akibatnya…..

Blog at WordPress.com.