muslim doctor’s site

March 23, 2008

Menjadi biasa sekaligus luar biasa

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 5:30 am

Dalam menjalani hidup, manusia terkadang harus dapat menjadi biasa

Namun, bukan berarti manusia tersebut bukan manusia yang hebat,

Justru ia adalah manusia yang luar biasa

Selayaknya Rasulullah SAW,

Sungguh beliau adalah manusia biasa dengan akhlaq yang luar biasa

Keluarbiasaan yang terdapat dalam diri beliau tidak menjadikannya lantas menaikkan dagu untuk merasa hebat.

Namun terbungkus begitu indah dengan ketawadhu’an yang membuat beliau secara zhahir tak berbeda dengan manusia lain.

Seorang sahabat pernah sampai begitu sedihnya ketika melihat Rasulullah tidur beralaskan tikar.

Padahal beliau adalah pemimpin pada saat itu,

Tak seperti para raja di negeri jiran yang tidur beralas kasur empuk, berpakaian sutra dan minum dari gelas perak.

Namun, itu tak menjadi masalah,

Karena bagi Beliau, semua itu adalah hal yang biasa,

Tak ada yang perlu ditangisi karena hal yang biasa,

Sungguh baginya harta dan kemegahan dunia adalah hal yang biasa saja,

Tak ada yang istimewa.

Namun sebaliknya, di zaman jahiliyah banyak hal yang dianggap biasa oleh masyarakat

Tapi itu bukan hal yang biasa bagi Rasul Karena di dalamnya terdapat banyak kemaksiatan.

Mengubur bayi perempuan hidup adalah hal biasa,

Tapi tidak bagi Rasul

Perjudian, perzinahan, dan begitu banyak kedzaliman yang terjadi di waktu itu sungguh telah dianggap hal yang biasa bagi mereka,

Namun tidak bagi Rasul

Karena hal biasa itu mengandung kemaksiatan. Bukan hal yang patut untuk ditanggapi biasa-biasa saja dan kemudian tidak menghiraukannya.

Lalu, hendaknya kita berkaca,

Apakah kita sudah dapat menjadi orang yang biasa saja dalam menjalani semua urusan dunia?

Dan menjadi orang yang luar biasa ketika menghadapi masalah ukhrawi?

Menganggap biasa pada tradisi korupsi-kolusi-nepotisme,

yah, karena hal ini sudah mengakar dan tak bisa diubah…jadi biasa aja kali…sabar aja” justru kalimat ini yang terucap.

Dan mengapa ketika dihadapi masalah ekonomi rumah tangga, kesabaran itu tak bisa muncul?

Sungguh itu bukan kesabaran yang sesuai pada tempatnya.

Menjadi biasa dalam kepungan masyarakat materialistik memang membutuhkan komitmen dan kesabaran yang luar biasa.

Dan menjadi luar biasa dalam prinsip yang telah digariskan Allah adalah tantangan yang luar biasa hebatnya pula.

inilah saatnya untuk berpikir di luar batas,

tidak sebatas ”apa kata orang” atau ”apa yang dilihat orang”

tapi lakukan sesuai kata hatimu, untuk berjalan di muka bumi dengan tawadhu’

tak ada yang patut disombongkan dari diri ini,

kecuali izzah sebagai seorang muslim!

Sungguh itu satu-satunya kemuliaan yang patut dibanggakan,

tidak yang lainnya.

Tawadhu’ dan izzah adalah dua sikap jiwa yang ambivalen,

masing-masing berada pada sudut yang berbeda

seperti rasa benci, cinta, takut, berani.

dan itu adalah bagian integral dalam struktur psikologis manusia

rasakan bagaimana dengan manisnya Islam mengajarkan seorang muslim mencintai sesama muslim,

Namun sekaligus membenci hal yang dibenci Allah

Memiliki rasa takut kepada Allah,

Dan dalam waktu yang sama menjadi berani dalam menghadapi kezaliman manusia.

Mohammad quthb berkata ” disinilah letak kehebatan Islam, ia dengan amat indah memadukan semua sikap jiwa dalam kepribadian muslim, secara proporsional dan integral”

IMAN lah yang mengendalikan kedua sikap ambivalen itu dan memadukannya menjadi musik kepribadian yang indah.

Bila kendali iman tak ada, maka tawadhu’ hanya akan menjadi dha’if (kelemahan)

Dan izzah menjelma menjadi takabbur.

Izzah adalah kelebihan luar biasa yang Allah berikan kepada seorang muslim,

Namun iman lah yang membungkusnya dengan ketawadhu’an yang menjadikannya memandang dunia ini secara biasa,

Teramat biasa

Namun, menjadi biasa bukanlah hal yang mudah,

Sesuatu yang terlihat begitu biasa dan sederhana justru mengandung kekayaan makna yang luar biasa, seperti sebuah puisi :

aku ingin

aku ingin mencintaimu dengan sederhana :

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya debu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana :

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Aku pikir, Kekayaan rasa pada sebuah cinta yang sederhana bahkan dapat mengalahkan “cinta luar biasa” yang digambarkan dalam bait sajak penyair tersohor sekalipun.

Cinta yang kaya hanya akan dapat dirasakan oleh hati,

dan ketawadhu’an cintalah yang membungkusnya dengan sempurna,

menjadikannya terlihat begitu sederhana.

Karena rasa adalah fitrah sederhana dalam diri manusia,

dapat diraba dan dirasa oleh siapa saja, Oleh siapa saja yang hatinya dipenuhi cinta.

Memang tak perlu kerumitan untuk dapat memahami dan merasakannya

Karena cinta tak akan pernah cukup untuk dirangkum dalam kata….

-Qee-

*terinspirasi dari banyak orang, diilhami oleh banyak hikmah dan dipermanis oleh hidup yang berliku*

No Comments Yet »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.