muslim doctor’s site

July 25, 2008

mimpi buruk

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 7:29 am

    00.00 WIB
    badan ini letih sekali, saatnya untuk melepas lelah, putusku.
    perlahan kuambil posisi bersiap tidur di kasur yang seakan memanggil-manggil sedari tadi, menggoda.

    kriing..kriing…
    hhffhh…panggilan malam? pikirku datar. belum sempat berbaring, apalagi tidur.
    jaga bayangan, kesini ya, pengawasan PBRT, 30 menit”. kalimat terpotong, singkat, padat, jelas, tanpa kompromi, dan ..
    menjengkelkan!!!
    itu artinya dalam waktu 30 menit aku harus ke RS sebagai petugas jaga “serep” di malam itu.
    sebel. kenapa sekarang? malam-malam buta saat semua orang punya hak asasi manusia bernama tidur. kenapa tidak tadi saja ketika mataku belum mengantuk? kenapa tidak nanti saja ketika ayam sudah membangunkan matahari?
    sungguh menjengkelkan!!!
    setan terus membisiki.

    hey, diamlah!!!! tak ada jawaban untuk kenapa-mu, tak ada alasan untuk jengkel-mu, hatiku mencoba memberontak.
    sehat, sakit, sekarat, koma, dan akhirnya mati. itu adalah hak-Nya, dan aku hanya berada dalam lingkaran itu, berjuang di dalamnya, apa yang aku bisa, sekuat yang aku mampu dan sesuai yang seharusnya aku lakukan.
    dan setan pun enyahlah….
    aku pun menuju panggilan malamku, tanpa beban. Insya Allah, harapku getir

    malam yang gelap, dan memang selalu gelap. bulan terpotong setengah seakan menggantung begitu saja di langit. pasrah. Mencoba terangi bumi dengan sinar yang ia pantulkan. pantulan sinar yang indah, hanya memantulkan. Walau tak dapat terangi bumi seperti matahari.
    Tapi sungguh indah.
    malam yang gelap pun menjadi indah karena pantulan sinar bulan.
    seperti gelap, seperti itu pula mati. hal pasti yang tak pernah berubah.
    bulan dan usaha, bulan dan ikhtiar. hanya mencoba berikan setitik benderang dalam gelap. menjadi indah, sangat indah….

    dan aku pun tetap menuju panggilan malam, seperti bulan yang tetap terangi malam.
    berusaha menahan kelopak mata yang memberontak.
    aku bagai terbang. seperti melayang. seperti mimpi.
    dalam hati, aku berharap: ini hanya mimpi

    lorong-lorong putih menatapku sendu. tiang-tiang menyapa dan berlalu, tersenyum lalu membisu.
    aku masih terbang, melayang melewati lorong.
    aku tetap berharap, ini mimpi.

pengawasan, kadang apneu, tak bernafas, prematur, beri rangsangan”
perintah di malamku
satu kali…dua kali…tiga kali…. bernafas. lalu berhenti
beri rangsangan, pelan-pelan nafasnya muncul kembali.
satu kali…dua kali…tiga kali…nafas kecilnya berlomba dengan detik jam di dinding.

dan,
panggilan malamku mengajarkan. tentang arti penting sebuah tarikan nafas yang mungkin sudah bermilyar kali kudapat si sepanjang umurku.

duhai mungil, apa arti hidup bagimu?
mempertahankan nafas satu-satumu? atau
menunjukkan padaku tentang makna dalam setiap tarikan nafasmu?
oh, hanya Allah yang tahu.

kuharap engkau tak pernah menganggap ini mimpi burukmu
seperti aku yang masih berharap:
malam ini hanya mimpi…

http://drhandri.files.wordpress.com/2007/08/premature-baby.jpg

labiognatopalatoschiziz komplit. tetangga box si mungil diberi nama. sumbing derajat paling parah. bibir, gusi, dan langit-langit mulut tidak menyatu mencapai hidung.
ah, apa kabarmu sayang?
ia mencoba tersenyum. tapi hanya seringai yang tampak. sayang, aku tahu kau tersenyum. tetap tersenyum walau hidupmu pilu. kau hanya dapat tersenyum, belum dapat bertanya pada dunia. mana ayahmu, mana ibumu. mana kasih sayang itu?
tak ada yang ‘kan dapat menjawab tanya mu sayang.
begitu juga aku.

tapi mungkin senyum seringai mu yang dapat menjawab semua
senyum yang jadikan ayah-ibumu pergi? begitu saja meninggalkanmu.
senyummu yang jadikan mereka tak dapat memahami, mengapa engkau lahir dari darah mereka. rahim ibumu. mani ayahmu.

senyummu, mimpi buruk bagi mereka
semoga kau tidak, tetaplah tersenyum hadapi dunia.
dan senyum-Nya lah yang ‘kan kau dapat nanti

di ujung ruangan, tetangga mungil yang lain mewarnai malamku
hidrocephalus, atresia ani, omphalocele….begitu mereka diberi nama.
seakan melabeli hidupnya. bahwa hidup adalah mimpi buruk.
bahwa mimpi buruk itu karena kalian lahir, dan hidup.

di pojok lain, tubuh dingin berbalut kain terbujur kaku.
tanpa nama, tanpa senyum. jikapun diberi nama, mungkin kau berujar haru “bebas dari mimpi buruk” itu namaku.
bahwa kau telah bebas dari hidupmu. hidupmu yang telah menjadi mimpi buruk bagi ayahmu, ibumu. bahkan kepergianmu pun tak menghilangkan mimpi buruk itu. kau pernah hidup, lalu mati.
tak ada yang mengambil tubuh kakumu. untuk sekedar mengantarkan ke peristirahatan sementara, menuju kampung halaman semua manusia. akhirat.

mimpi buruk
nama yang diberikan para orangtua tak bertanggungjawab kepada anak-anaknya.
padahal merekalah mimpi buruk bagi bayi-bayi tak berdosa itu. mimpi buruk untuk dilahirkan dari manusia-manusia tanpa cinta.

http://abimuslih.files.wordpress.com/2007/06/bayi-from-god.jpg

04.00 WIB
aku berganti tugas dengan temanku. ia melanjutkan menemani mungil. merangsang mungil berkali-kali agar tetap bernafas. walau hanya bernafas satu-satu.
1x..2x..3x… lalu berhenti. dirangsang, dan bernafas lagi. berlomba dengan waktu yang tersisa. tak ada yang tahu sebarapa banyak waktu yang tersisa itu.
di tempat “tak ada yang tahu” itulah kami berupaya. sampai titik akhir yang Kau tentukan.

aku pun pulang, diiringi sayup adzan muadzin masjid Asy-Syifa
mataku letih berjuang dalam perih, begitupun hatiku
mencoba memahami sebuah mimpi buruk bernama kenyataan hidup

tiang-tiang di lorong kembali menyapa
melambai pilu
mengantar diriku yang letih dan masih berharap: Ini hanya mimpi!!!!

http://cangkurileung.blogs.ie/images/thumb-sleep%20%20small.jpg

lupa nafas

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 7:26 am

“dek, tidur boleh tapi jangan lupa nafas”

bisik kami pada si kecil penghuni inkubator di sudut ruang PBRT (perawatan bayi resiko tinggi)
ia benar-benar seperti lupa. tidur begitu saja, tanpa dosa, tanpa beban, dan…
tanpa nafas!
diberi rangsang, tepuk-tepuk kaki kecilnya yang memerah karena entah berapa puluh-ratus kali kami menepuknya. ia pun bernafas satu-satu
begitu berulang kali. berhenti-tepuk-nafas, berhenti-tepuk-nafas.
entah sampai kapan

lalu, entah sampai kapan pula manusia beraktifitas di dunia. menjani kehidupan. begitu sibuknya. kewajiban berlomba dengan waktu. seakan tidak memberikan celah untuk berpikir tentang hal lain. banyak hal kadang terlupa. lupa ini, lupa itu.
cukup merepotkan, melelahkan dan kadang mengesalkan.
namun, alhamdulillah,
tak pernah lupa nafas!!

aktifitas menuntut manusia untuk fokus. fokus pada amanah, pada pekerjaan. seringkali akhirnya tak bisa fokus karena terlalu banyak yang dipikirkan.
sedih? jelas.
bingung? pasti!
tapi tak ada yang bisa disalahkan.
seperti hidup, seperti tubuh.
banyak hal yang harus dilakukan tubuh. metabolisme, homeostasis, endokrin…terus bekerja tanpa lelah. banyak hal, namun tidak menghilangkan kefokusan pada satu hal penting: jantung memompa darah!!
hal yang mungkin sering kita abaikan. anugerah yang sering tak kita sadari.
tanpa kita minta. jantung tetap fokus.
memompa sumber energi untuk setiap sel tubuh ini. menjaga kelangsungan hidup manusia.
dan kita masih bisa hidup.
sekarang, saat ini, saat membaca tulisan ini.

aktifitas juga tak jarang memancing kecewa.
kecewa pada diri sendiri,
pada orang lain,
pada keadaan.
satu hal tidak sesuai keinginan hati, bikin drop, bikin stress. bikin semua hal jadi amburadul. pertahanan diri jebol. kecewa.hatipun hancur
tubuh pun begitu. ada kalanya satu hal menghancurkan pertahanan tubuh:kuman TBC, virus HIV, flu burung…
tapi tubuh punya pertahanan, imunitas yang mencengangkan.
virus datang, imunitas melawan, semua bagian tubuh memberi kompensasi, agar tubuh tidak drop. tidak jebol.
bila satu bagian terganggu fungsinya, bagian tubuh lain tak pernah enggan untuk “menolong” dan mengkompensasi kekurangan “teman bagian tubuh lain” itu. mengkompensasi dengan dirinya sendiri.
tak pernah kecewa lalu berbalik karena tak ingin membantu. kecewa pada diri sendiri lalu drop, stress. kecewa pada keadaan,tak memiliki imunitas,
lalu kalah.
tapi tubuh tak pernah begitu

lupa nikmat
itulah virus yang menghinggapi manusia, sejak dulu, saat ini dan esok.
padahal tubuh tak pernah lupa.
tak pernah lupa untuk mengingatkan kita, tentang nikmat yang begitu banyak.
bernafas,
jantung yang berdetak,
otak yang masih dapat berpikir,
homeostasis, metabolisme, imunitas, hormonal, kardiovaskuler..
ah, begitu banyak.
begitu banyak dzikir di tubuh kita. namun tak pernah kita sadari
seperti tubuh yang kehilangan keseimbangannya untuk mempertahankan hidup,
maka tubuh akan berhenti,
lalu mati
seperti jiwa yang tak dapat seimbang, maka jiwa akan kosong
lalu mati

lupa nafas, tubuh akan mati
lupa nikmat, jiwa yang akan mati

http://www.guthrie.org/AboutGuthrie/Education/allied/Respiratory/baby.jpg

aku, kesendirianku, dan bekalku

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 7:00 am

kita selalu bersama kan? selama ini kita selalu berjuang bersama

yang kita selalu bersama. berjuang dalam kesulitan, saling menguatkan dalam kesedihan, dan saling berbahagia dalam kasih sayang

jika sesuatu terjadi, kita maju bersama kan? tanggung jawab bersama?

ya, karena itulah artinya ukhuwah dan berjamaah

aku bahagia, aku tenang, kita berjuang bersama, saling membantu dan menanggung risiko pun bersama

ya, itulah nikmat terbesar dalam ikatan persaudaraan ini ukhtiy…

tapi aku takut. tak selamanya kita bersama. bukankah nanti kita di adzab masing-masing?
masing-masing dengan dosa-dosa kita, dengan bekal kita. tidak ada lagi bersama-sama dalam pertanggungjawaban. aku takut..kita selalu bersama, aku selalu bersama kalian. dapatkah aku nanti bila bersendirian? gelap di alam kubur, malaikat datang dan bertanya:
Ma Rabbuka?
aku takut tak bisa menjawabnya. aku ingin tetap bersama…tapi tak bisa, aku takut….

kali ini aku tak bisa menjawab tanyamu dengan “ya” seperti sebelumnya.
aku terdiam, membenarkan tanyamu. matamu basah, begitupun hatiku.
oh Allah….
engkau benar sahabatku
kita akan bersendirian
hanya berteman bekal dari amalan, yang mungkin tak seberapa, sangat tak seberapa

kita akan bersendirian, tanpa teman, hanya berbekal amalan….

ya, jawabku lirih. hampir tak terdengar, menekuri lantai yang terlihat semakin kabur oleh airmata.

kita akan sibuk dengan diri, dengan kesendirian dan bekal kita…
apakah nanti kita dapat saling mengenal? saling membantu seperti saat ini?
aku kesulitan kau membantu, aku terpuruk kalian menarikku.

aku semakin tak dapat menjawab tanyamu

kitapun saling terdiam, membisu…
gemerisik daun di teras rumahmu malam itu
mengiringi kesunyian dengan senandungnya
seakan membawa ke alam sepi,
nanti
di alam kubur,
dan di hari penghisaban

kita akan bersendirian..
aku,
kamu,
tanpa teman

hanya aku, kesendirianku, dan bekalku.

http://www.flyweb.nl/images/alone_full.gif


ukhtiy…setelah kesendirian itu..semoga Allah kembali menyatukan kita dalam tempatNya terindah

bulan pun tersenyum kembali
mengiringi tatapan mata dua insan yang kembali bersinar
indah…
bagai bintang di atas sana, seakan ikut mengamini doa kita..

“semoga Allah kembali menyatukan kita, dalam tempatNya yang terindah….”

shift to the right

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 6:58 am
“Jika engkau tidak menyibukkan diri dengan kebenaran, maka dirimu akan disibukkan dengan kebathilan” (Imam Syafii)

ini  yang mennjadi poin penting seseorang dalam menjalani hidupnya. Setiap manusia diperintahkan untuk berkarya dalam kebaikan. Itulah hakikat perintah untuk ber“fastabiqul khairat” kita tak pernah tahu kapan perlombaan hidup ini berakhir khan? kapan  kematian itu datang menjemput kita? apakah ia datang sebelum kita sampai di garis finish cita-cita kita? apakah bahkan ia datang sebelum kita sempat berlari? Wuih, jangan sampe deh ya…

Sekiranya Allah menghendaki, nisacaya kamu dijadikannya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah lah tempat kembali kamu sekalian (QS.Al-Maidah:48)

Analogi menarik dalam sel darah putih manusia adalah tentang istilah “shift to the left” dan ”shif to the right”. Leukosit jenis apa yang mendominasi akan menunjukkan pegeserannya ke arah tertentu. Begitu pula dengan aktifitas dalam kehidupan kita. Ketika kita tidak mengisinya dengan aktifitas-aktifitas yang baik, mau tidak mau, sadar tidak sadar, hidup kita akan terisi oleh aktifitas yang berlawanan dengan kebaikan. Apakah itu aktifitas yang sia-sia ataupun aktifitas yang membawa kemudharatan? Semua kembali lagi kepada imunitas jiwa mu, leukosit hatimu..!!

Maka, kuraslah semua potensi yang ada pada diri kita untuk kebenaran. Karena jika potensi ini digunakan untuk kebaikan, maka kebatilan tidak akan mendapatkan kesempatan untuk menggunakan potensi itu. Karena dua hal yang bertentangan tidak akan dapat berkumpul dalam satu tempat. Perasaan yang saling bertentangan tak akan dapat mewarnai satu kalbu. Salah satu perasaan pasti mengusir yang lainnya.

So, hidup adalah pilihan! Jika kita tak ingin hidup sia-sia maka isilah hidupmu dengan aktifitas kebaikan. Itu akan membuat hidupmu lebih hidup!!! Percaya deh !!

My life plan(e)

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 6:55 am
Orang yang pintar itu adalah orang yang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi hidup setelah kematian. (Rasulullah SAW)

Persiapan diri ini adalah sebuah “rencana kehidupan”. Lalu apa rencana kehidupanmu? Mau jadi dokter seperti apa? tak sulit untuk bermimpi dan berimajinasi, yang sulit adalah membuat korelasi antara misi dan kompetensi, antara keinginan dan kemampuan.

Bagaikan sebuah pesawat yang pasti mempunyai tujuan dalam perjalanannya, begitu pula hidup ini. Tidak ada pesawat yang terbang tanpa tujuan karena hanya akan menghabiskan bahan bakar dan mubazir tenaga. Hanya akan buang-buang uang dan dianggap turut bersumbangsih terhadap global warming. Sayang banget khan? Begitu pula hidup kita, kita telah ada dalam perjalanan hidup!!! Bahkan kita telah berada dalam pesawat hidup kita! Tapi apakah kita telah mengetahui bagaimana rencana perjalanan pesawat yang tengah kita naiki ini? Lewat mana rute perjalanan? Dan hendak kemanakah kita?

Antara plan (rencana) dan plane (pesawat) pasti menuju pada satu destination (tujuan). Plan dibuat dengan mengoptimalisasi fasilitas (plane) yang telah diberikan. Dalam Plan hidup kita, rute pun harus ditentukan. Bagaimana cara mencapai tujuan? Rute perjalanan bagaimana yang akan kita pilih?

Jika Allah tujuan kita, maka way of life yang dipilih pun haruslah berorientasi pada Allah. Dan Islam adalah satu-satunya way of life yang telah diberikanNya kepada kita.

QS. An-Nahl:9. Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar).


Lalu, jenis pesawat yang akan digunakan itu tidak masalah mau pake pesawat tempur, airbus, atau apapun itu. Tiap orang mungkin mempunyai cara yang berbeda, dengan mengoptimalkan modal atau potensi yang ia miliki. Tiap manusia Allah berikan potensi yang berbeda. Misalkan kamu sebagai calon dokter, sesungguhnya profesi dokter adalah salah satu pesawat canggih yang telah Allah berikan untuk kita. Banyak sekali potensi dalam pesawat ini yang bisa kamu gunakan untuk mencapai tujuan. Dalam bukunya “Selagi Masih Muda”, DR.Aidh Al-Qarni mengatakan bahwa tidak mesti setiap pemuda menjadi khatib, penyair atau tabib. Sebab berbagai bidang tebentang di hadapan kita dan itu berarti banyak jalan untuk berbuat kebaikan.

“Sungguh tiap-tiap suku mengetahui tempat minumnya (masing-masing) (QS.Al-Baqarah:60)

Buat para calon dokter, ada sebuah motivasi nesar yang disebutkan oleh Imam Syafi’i. Ia mengatakan:

“Setelah ilmu pengetahuan dapat membedakan yang halal dengan yang haram, saya tahu tidak ada ilmu yang lebih mulia daripada ilmu kedokteran”.


Nah, jika kamu telah menyadari betapa mulianya profesi ini, itu sama artinya bahwa kamu telah menyadari betapa Allah telah memberikan nikmat sekaligus modal hidup yang besar bagimu: sebuah pesawat canggih! Tancapkan kuat-kuat motivasi ini dalam pikiranmu, dalam hatimu. Karena ia akan tumbuh dengan terus dialiri oleh air ketekunan dan dipupuk oleh semangat kesungguhan. Dan batang dan ranting yang menjulang adalah keistiqomahanmu untuk menjadikannya sebagai pohon cita-cita yang kokoh.


“Pikiran itu seperti tanah, dan bibit yang ditanam adalah motivasi. Pohon yang tumbuh dari bibit motivasi adalah perilaku seseorang dalam mencapai tujuan hidupnya”

Bermimpilah mulai saat ini! Jangan pernah terjangkiti penyakit yang sering mewabah di kalangan anak muda zaman ini. Penyakit kronik progresif yang angka kekambuhannya sangat tinggi: MENUNDA!!. Karena Yang bisa membunuh kita salah satunya adalah perbuatan menunda-nunda. Orang bijak berkata ” barangsiapa yang menanam benih “nanti” akan tumbuh sebuah tanaman yang bernama “mudah-mudahan”, yang memiliki buah bernama “seandainya”, yang rasanya adalah “kegagalan dan penyesalan”.

“Hendaklah engkau menunaikan dengan baik hak dirimu dan orang lain secara sempurna tanpa kurang sedikitpun dan tanpa mengulur-ngulur waktu dan menundanya” (Hasan Al-Banna)

Sekarang, tinggal kamunya saja, akan menggunakan pesawat canggih ini untuk apa? mencapai tujuan apa? dan melewati rute yang bagaimana?

Itu pilihanmu

Dan kamu pula yang akan mempertanggungjawabkannya nanti…

Di tempat semua manusia akan dikumpulkan

Di yaumul akhir…

“Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya” (QS. Al-Qiyamah: 14-15)

Blog at WordPress.com.