“dek, tidur boleh tapi jangan lupa nafas”
bisik kami pada si kecil penghuni inkubator di sudut ruang PBRT (perawatan bayi resiko tinggi)
ia benar-benar seperti lupa. tidur begitu saja, tanpa dosa, tanpa beban, dan…
tanpa nafas!
diberi rangsang, tepuk-tepuk kaki kecilnya yang memerah karena entah berapa puluh-ratus kali kami menepuknya. ia pun bernafas satu-satu
begitu berulang kali. berhenti-tepuk-nafas, berhenti-tepuk-nafas.
entah sampai kapan
lalu, entah sampai kapan pula manusia beraktifitas di dunia. menjani kehidupan. begitu sibuknya. kewajiban berlomba dengan waktu. seakan tidak memberikan celah untuk berpikir tentang hal lain. banyak hal kadang terlupa. lupa ini, lupa itu.
cukup merepotkan, melelahkan dan kadang mengesalkan.
namun, alhamdulillah,
tak pernah lupa nafas!!
aktifitas menuntut manusia untuk fokus. fokus pada amanah, pada pekerjaan. seringkali akhirnya tak bisa fokus karena terlalu banyak yang dipikirkan.
sedih? jelas.
bingung? pasti!
tapi tak ada yang bisa disalahkan.
seperti hidup, seperti tubuh.
banyak hal yang harus dilakukan tubuh. metabolisme, homeostasis, endokrin…terus bekerja tanpa lelah. banyak hal, namun tidak menghilangkan kefokusan pada satu hal penting: jantung memompa darah!!
hal yang mungkin sering kita abaikan. anugerah yang sering tak kita sadari.
tanpa kita minta. jantung tetap fokus.
memompa sumber energi untuk setiap sel tubuh ini. menjaga kelangsungan hidup manusia.
dan kita masih bisa hidup.
sekarang, saat ini, saat membaca tulisan ini.
aktifitas juga tak jarang memancing kecewa.
kecewa pada diri sendiri,
pada orang lain,
pada keadaan.
satu hal tidak sesuai keinginan hati, bikin drop, bikin stress. bikin semua hal jadi amburadul. pertahanan diri jebol. kecewa.hatipun hancur
tubuh pun begitu. ada kalanya satu hal menghancurkan pertahanan tubuh:kuman TBC, virus HIV, flu burung…
tapi tubuh punya pertahanan, imunitas yang mencengangkan.
virus datang, imunitas melawan, semua bagian tubuh memberi kompensasi, agar tubuh tidak drop. tidak jebol.
bila satu bagian terganggu fungsinya, bagian tubuh lain tak pernah enggan untuk “menolong” dan mengkompensasi kekurangan “teman bagian tubuh lain” itu. mengkompensasi dengan dirinya sendiri.
tak pernah kecewa lalu berbalik karena tak ingin membantu. kecewa pada diri sendiri lalu drop, stress. kecewa pada keadaan,tak memiliki imunitas,
lalu kalah.
tapi tubuh tak pernah begitu
lupa nikmat
itulah virus yang menghinggapi manusia, sejak dulu, saat ini dan esok.
padahal tubuh tak pernah lupa.
tak pernah lupa untuk mengingatkan kita, tentang nikmat yang begitu banyak.
bernafas,
jantung yang berdetak,
otak yang masih dapat berpikir,
homeostasis, metabolisme, imunitas, hormonal, kardiovaskuler..
ah, begitu banyak.
begitu banyak dzikir di tubuh kita. namun tak pernah kita sadari
seperti tubuh yang kehilangan keseimbangannya untuk mempertahankan hidup,
maka tubuh akan berhenti,
lalu mati
seperti jiwa yang tak dapat seimbang, maka jiwa akan kosong
lalu mati
lupa nafas, tubuh akan mati
lupa nikmat, jiwa yang akan mati
http://www.guthrie.org/AboutGuthrie/Education/allied/Respiratory/baby.jpg
Yah begitulah manusia…saat sehat lupa akan sakit , saat hidup lupa kan mati, saat kaya lupa akan miskin, saat senang lupa akan susah.
Lupa napas :Giman bu dokter saat kita lagi tidur malam…? bisakah kita mengontrol nafas, kalau sampai kelupaan gimana…?
Lupa nikmat : hidup ini harus dinikmati baik susah maupun senang, maka kita tidak akan pernah lupa dengan yang namanya nikmat
Comment by Baka Kelana — September 10, 2008 @ 1:12 pm |
wah ..ada obat lupa ga ya?
hihihihihi
Comment by hubbul — October 9, 2008 @ 5:07 am |
apa yang dilakukan jantung untuk mengkompensasi kondisi tubuh untuk menjaga homeostatis???????
Comment by tary — March 27, 2009 @ 6:18 am |