muslim doctor’s site

July 25, 2008

aku, kesendirianku, dan bekalku

Filed under: Uncategorized — dokterqyu @ 7:00 am

kita selalu bersama kan? selama ini kita selalu berjuang bersama

yang kita selalu bersama. berjuang dalam kesulitan, saling menguatkan dalam kesedihan, dan saling berbahagia dalam kasih sayang

jika sesuatu terjadi, kita maju bersama kan? tanggung jawab bersama?

ya, karena itulah artinya ukhuwah dan berjamaah

aku bahagia, aku tenang, kita berjuang bersama, saling membantu dan menanggung risiko pun bersama

ya, itulah nikmat terbesar dalam ikatan persaudaraan ini ukhtiy…

tapi aku takut. tak selamanya kita bersama. bukankah nanti kita di adzab masing-masing?
masing-masing dengan dosa-dosa kita, dengan bekal kita. tidak ada lagi bersama-sama dalam pertanggungjawaban. aku takut..kita selalu bersama, aku selalu bersama kalian. dapatkah aku nanti bila bersendirian? gelap di alam kubur, malaikat datang dan bertanya:
Ma Rabbuka?
aku takut tak bisa menjawabnya. aku ingin tetap bersama…tapi tak bisa, aku takut….

kali ini aku tak bisa menjawab tanyamu dengan “ya” seperti sebelumnya.
aku terdiam, membenarkan tanyamu. matamu basah, begitupun hatiku.
oh Allah….
engkau benar sahabatku
kita akan bersendirian
hanya berteman bekal dari amalan, yang mungkin tak seberapa, sangat tak seberapa

kita akan bersendirian, tanpa teman, hanya berbekal amalan….

ya, jawabku lirih. hampir tak terdengar, menekuri lantai yang terlihat semakin kabur oleh airmata.

kita akan sibuk dengan diri, dengan kesendirian dan bekal kita…
apakah nanti kita dapat saling mengenal? saling membantu seperti saat ini?
aku kesulitan kau membantu, aku terpuruk kalian menarikku.

aku semakin tak dapat menjawab tanyamu

kitapun saling terdiam, membisu…
gemerisik daun di teras rumahmu malam itu
mengiringi kesunyian dengan senandungnya
seakan membawa ke alam sepi,
nanti
di alam kubur,
dan di hari penghisaban

kita akan bersendirian..
aku,
kamu,
tanpa teman

hanya aku, kesendirianku, dan bekalku.

http://www.flyweb.nl/images/alone_full.gif


ukhtiy…setelah kesendirian itu..semoga Allah kembali menyatukan kita dalam tempatNya terindah

bulan pun tersenyum kembali
mengiringi tatapan mata dua insan yang kembali bersinar
indah…
bagai bintang di atas sana, seakan ikut mengamini doa kita..

“semoga Allah kembali menyatukan kita, dalam tempatNya yang terindah….”

2 Comments »

  1. Didalam kesendirianmu,km tidak sendiri… jangan mencoba berteman dengan kesendirian. Karena dirimu terlalu berwarna untuk merasa sepi,merasa sendiri
    Didalam kesendirianmu,ada aq.. mengalir dalam darahmu,hidup dibayangmu,menemani di sedihmu,dan ada aq yang selalu memujamu
    Hitam putih hidupku tak terbandingi dengan warnamu
    Kamu..
    Terlalu sempurna untuk diraih..
    Terlalu nyata untuk digapai..
    Terlalu mudah untuk dipuja…
    Kamu..
    Disaat sedihmu,langit ikut menangis
    Disaat murkamu,petir akan berderak
    Disaat sepimu,pelangi akan meminjamkan warnanya padamu
    Dan,di saat tawamu terlukis diwajah,ada aq yang dalam diam tersenyum untukmu..

    Comment by Baka Kelana — September 10, 2008 @ 1:15 pm | Reply

  2. Lama-lama mas dokter bisa seperti Marga T.

    Comment by larasati — December 17, 2008 @ 12:45 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.